Mahasiswa Geografi UMS Hadirkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan tiga inovasi berbasis teknologi untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan. Gagasan tersebut memanfaatkan Internet of Things (IoT), sistem informasi geografis (GIS), kecerdasan buatan (AI), hingga citra satelit untuk mendeteksi risiko kebakaran, memantau titik panas, dan mengevaluasi pemulihan ekosistem.

 

Ketiga inovasi tersebut dipamerkan dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026 yang berlangsung di Main Hall Fakultas Geografi UMS pada 23–26 Oktober 2026.

 

Tiga gagasan yang berfokus pada pencegahan kebakaran hutan itu adalah PEATSHIELD, Our Green Guard (OG Guard), dan GeoCarbon-Audit. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari deteksi dini kebakaran di lahan gambut hingga pemantauan karbon dan evaluasi restorasi lingkungan.

 

PEATSHIELD: Deteksi Dini Risiko Kebakaran Gambut

 

Inovasi pertama, PEATSHIELD, merupakan sistem pemantauan lahan gambut berbasis IoT, GIS, dan AI yang dirancang untuk mendeteksi dini risiko kebakaran, khususnya di wilayah Kalimantan.

 

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi lahan yang berpotensi memicu kebakaran. Dengan dukungan pemantauan berbasis data, risiko kebakaran di kawasan gambut dapat dikenali lebih awal sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara lebih terarah.

 

OG Guard: Pantau Titik Panas dan Dukung Restorasi Hutan

 

Inovasi kedua, Our Green Guard (OG Guard), menawarkan sistem geospasial untuk memantau hotspot atau titik panas, mendukung pencegahan kebakaran hutan, sekaligus membantu upaya restorasi vegetasi.

 

Pendekatan geospasial memungkinkan informasi lokasi menjadi bagian penting dalam pemantauan wilayah rawan kebakaran. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung penentuan prioritas pengawasan dan pemulihan kawasan terdampak.

 

Melalui OG Guard, mahasiswa berupaya menunjukkan bahwa teknologi geografi tidak hanya berfungsi untuk memetakan kondisi wilayah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai instrumen pendukung pengelolaan lingkungan.

 

GeoCarbon-Audit: Evaluasi Karbon dan Pemulihan Gambut

 

Inovasi ketiga, GeoCarbon-Audit, berfokus pada pemantauan karbon lahan gambut secara spasial dan temporal dengan memanfaatkan citra satelit serta analisis data.

 

Sistem ini dirancang untuk mengevaluasi emisi karbon sekaligus menilai keberhasilan restorasi lahan gambut. Informasi tersebut penting untuk mendukung pemantauan perubahan kondisi lingkungan dan mengukur perkembangan upaya pemulihan ekosistem.

 

Ketiga inovasi ini memperlihatkan potensi penerapan ilmu geografi dalam penanganan persoalan kebakaran hutan, mulai dari tahap pencegahan hingga evaluasi pemulihan lingkungan.

 

GAIA Dorong Mahasiswa Hasilkan Solusi Nyata

 

Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M., berharap GAIA 2026 dapat mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan di masyarakat. Melalui GAIA, kami berharap lahir ide inovasi yang bisa terus dikembangkan dan bersaing di tingkat internasional,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

 

GAIA 2026 menampilkan 12 ide inovasi mahasiswa, yakni SIGAP, PEATSHIELD, OG Guard, QUATRACK, Geo Mengajar, GeoCarbon, PLOGVENTURE, RIPALERT, DRTLG, SIAGA ROB, DIGIT, dan EcoRoute-UMS.

 

Rangkaian kegiatan meliputi pameran serta presentasi gagasan di hadapan dewan juri. Pada 23 Oktober 2026, GAIA juga memberikan penghargaan kepada ide inovasi unggulan dalam sejumlah kategori.

 

Tidak berhenti di tingkat fakultas, mahasiswa dengan inovasi terpilih akan dinominasikan untuk memperoleh dukungan pendanaan guna mengikuti International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2027 di Bangkok, Thailand.

 

Melalui ajang ini, Fakultas Geografi UMS membuka peluang bagi gagasan mahasiswa untuk dikembangkan lebih lanjut, sekaligus memperluas kontribusi ilmu geografi dalam menjawab tantangan lingkungan dan kebencanaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!