34.4 C
Jakarta

MASTA UMJT Dibuka, Rektor: Anda Memilih Kampus Tepat

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), yang merupakan transformasi Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), resmi menggelar Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTA) Tahun Akademik 2026/2027.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJT tersebut berlangsung di Kampus 1 UMJT, Madiun, Senin-Rabu (28-30/9/2026).

 

Mengusung tema “Menjadi Mahasiswa Berkemajuan di Tengah Arus Disrupsi Zaman”, MASTA dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, keislaman, kebangsaan, teknologi, kepemimpinan, hingga pengembangan potensi diri.

 

Ketua BEM UMJT, Maikel Jeksen, mengatakan terdapat tujuh materi pokok yang diberikan selama pelaksanaan MASTA.

 

Materi tersebut meliputi AIK dan Krisis Moral Generasi Digital; Mahasiswa di Tengah Disrupsi Peradaban Modern; Kultur Akademik dan Tradisi Intelektual Mahasiswa Muhammadiyah; Wawasan Kebangsaan dan Fenomena Sosial Kontemporer; Transformasi Digital Kampus dan Etika Teknologi; Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah dan Kepemimpinan Progresif; serta Pengembangan Potensi dan Masa Depan Mahasiswa.

 

“Selain materi teori, kita nanti lakukan mini outbound di area Kampus 1 pada hari terakhir MASTA,” kata Maikel.

 

Sejumlah pemateri dari internal UMJT dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Rektor UMJT Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., misalnya, menyampaikan materi mengenai AIK dan Krisis Moral Generasi Digital.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Akademik UMJT Galih Wiratmoko, M.Kom., memberikan materi mengenai Transformasi Digital Kampus sekaligus sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

 

Rektor: Mahasiswa Harus Berilmu dan Berintegritas

 

Dalam sambutannya, Rektor UMJT Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa baru telah mengambil pilihan yang tepat dengan melanjutkan pendidikan di UMJT.

 

Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan integritas.

 

“Di UMJT ini, kalian akan diajarkan tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga spiritualitas yang menjadi satu kesatuan yang komprehensif,” ujar Sofyan Anif.

 

Ia menekankan, perpaduan antara keilmuan dan spiritualitas diharapkan membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas.

 

Pembukaan MASTA ditandai dengan penyematan tanda pengenal peserta oleh Rektor UMJT kepada dua perwakilan mahasiswa baru, yakni Yoga Eka Ramdani dari Program Studi Ilmu Hukum dan Bunga Anggun Pratiwi dari Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes).

 

BEM Diberi Kepercayaan Kelola MASTA

 

Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi, M.Si., mengatakan penyelenggaraan MASTA oleh BEM UMJT merupakan bentuk kepercayaan universitas kepada mahasiswa.

 

Menurut Fajar, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola kegiatan secara mandiri dan bertanggung jawab.

 

“Kami percayakan kepada teman-teman mahasiswa yang mempunyai kedewasaan mengelola acara. Mengelola MASTA juga menjadi bagian dari BEM UMJT mengaktualisasi diri mereka secara akademik,” kata Fajar, Senin (28/9/2026).

 

Meski diberikan ruang untuk mengelola kegiatan, BEM UMJT tetap mendapatkan sejumlah rambu-rambu dari pihak universitas.

 

Fajar menegaskan, pelaksanaan MASTA tidak boleh diwarnai bullying, kekerasan maupun tindakan rasisme.

 

Sebaliknya, kegiatan pengenalan mahasiswa baru tersebut harus menjadi ruang yang mendorong toleransi dan keberagaman di lingkungan kampus.

 

“BEM UMJT dalam pelaksanaan MASTA ini harus mendorong toleransi dan keberagaman,” tegasnya. (Pujoko/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!