27.4 C
Jakarta

Mendikbud: Penting Setiap Orang Miliki Ketrampilan Menulis

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak setiap orang untuk melatih ketrampilan menulis. Sebab dengan ketrampilan menulis, maka ide cemerlang bisa disampaikan kepada khalayak luas.

“Banyak orang punya ide cemerlang tetapi tidak bisa menulis, gagal menulis. Akibatnya ide cemerlang tidak diketahui oleh orang lain. Banyak juga orang pintar, tetapi karena tidak ditulis, maka kepintarannya hanya untuk diri sendiri,” kata Mendikbud saat menutup kegiatan Pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Baca-Tulis Tahap II tahun 2018, Jumat (19/10).

Karena itu ketrampilan menulis, harusnya dikuasai oleh siapa saja. Menulis dan membaca, dua ketrampilan melekat yang tidak bisa saling dipisahkan.

“Sayangnya kurikulum pendidikan kita belum mengarah kesana, dimana anak tidak sekedar dilatih membaca tetapi juga menulis dengan baik, menjadi pembiasaan,” lanjut Mendikbud.

Meski demikian, gerakan literasi yang mengajak siswa untuk membaca setiap hari harus terus digaungkan. Dengan membiasakan  membaca di sekolah, diharapkan pola tersebut akan menumbuhkan kegemaran membaca di rumah.

Upaya mendorong masyarakat gemar membaca, lanjut Mendikbud tentu harus diikuti dengan penyediaan literasi dan bahan bacaan yang cukup. Karena itu sayembara penulisan bahan literasi atau buku bacaan yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa harus terus ditingkatkan.

“Saya yakin, dengan kegiatan ini akan lahir, akan bermunculan penulis-penulis baru dari tengah masyarakat. Ini tentu akan memperkaya khazanah bacaan, memperkaya materi bacaan masyarakat,” tambah Mendikbud.

Agar gerakan nasional literasi lebih optimal, kata Mendikbud harus dicari titik simpulnya. Keberadaan komunitas membaca dan komunitas penulis menjadi sangat penting dan strategis untuk menemukan simpul-simpul tersebut.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar mengatakan pada Januari 2018, pihaknya telah membuka sayembara penulisan bahan bacaan yang bisa diikuti oleh masyarakat luas. Tercatat ada 1.135 karya yang masuk ke dean juri. Melalui seleksi ketat, akhirnya tim juri menetapkan 140 karya dinyatakan lolos. Ke-140 karya tersebut dinilai memiliki kekayaan nuansa lokal dan keanekaragaman tema seperti arsitektur, kuliner, tokoh, lanskap perubahan perdesaan dan perkotaan, bahasa dan cerita tentang anak Indonesia

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!