Muhadjir Effendy Dorong UMJT Jadi Kampus Unggul dan Terjangkau

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy, M.A.P., menegaskan transformasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) harus diikuti peningkatan kualitas akademik, pembenahan manajemen, dan perbaikan pelayanan. Transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menjadi UMJT dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi tersebut.

 

Hal itu disampaikan Muhadjir saat bersilaturahmi ke Kampus I UMJT, Selasa (20/10/2026). Kunjungan Penasihat Bidang Haji Presiden RI tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kampus Muhammadiyah di wilayah Madiun Raya.

 

Kedatangan Muhadjir disambut sejumlah pejabat struktural UMJT, di antaranya Wakil Rektor I Dr. Fajar Junaedi, M.Sc., Plt. Wakil Rektor II Dr. Suwardi Rosyid, serta Direktur Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMJT yang juga Sekretaris PDM Kota Madiun, Suyono, M.Pd.

 

Dalam kunjungan tersebut, Muhadjir meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pendirian Mentari Mart dan kafe di sisi barat Kampus I UMJT. Fasilitas tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan.

 

“Mentari Mart ini bukan sekadar toko. Ini bagian dari gerakan Muhammadiyah untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat di lingkungan pendidikan. Mahasiswa bisa belajar berwirausaha sekaligus mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

 

Menurut Muhadjir, pengembangan unit usaha di lingkungan kampus dapat menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem kewirausahaan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi perguruan tinggi.

 

Muhadjir Soroti Transformasi UMJT

 

Dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan UMJT, Muhadjir menekankan bahwa perubahan nama dari UMMAD menjadi UMJT tidak boleh berhenti pada aspek identitas kelembagaan. Transformasi harus diwujudkan melalui perubahan nyata yang dirasakan mahasiswa, orang tua, dan masyarakat.

 

Ia menggarisbawahi tiga aspek utama yang perlu diperkuat. Pertama, pembenahan manajemen kelembagaan agar semakin profesional, transparan, dan efisien dalam mengelola sumber daya.

 

Kedua, peningkatan kualitas akademik melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualifikasi dosen, serta perluasan kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua, mulai dari percepatan administrasi akademik, penyediaan fasilitas penunjang, hingga penguatan program bimbingan mahasiswa.

 

“Transformasi dari UMMAD menjadi UMJT bukan sekadar ganti nama. Harus ada pembenahan manajemen yang serius, peningkatan kualitas akademik, serta perbaikan pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua. Saya yakin transformasi yang dilakukan saat ini sudah berjalan dengan baik,” kata Muhadjir.

 

Guru Besar bidang Sosiologi dan Pendidikan Luar Sekolah tersebut menambahkan, proses transformasi perlu dijalankan secara bertahap, terukur, dan konsisten. Manajemen yang tertata, menurut dia, akan memudahkan kampus meningkatkan mutu akademik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

 

“Yang paling penting adalah konsistensi. Manajemen yang rapi akan memudahkan peningkatan mutu akademik. Kalau pelayanan mahasiswa baik, kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi. Itu modal utama bagi UMJT untuk berkembang,” tuturnya.

 

Ia berharap UMJT mampu memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi unggul di wilayah Jawa Timur bagian barat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembenahan kelembagaan dan peningkatan kualitas pendidikan harus terus berjalan secara berkelanjutan.

 

“UMJT harus berani memosisikan diri sebagai kampus yang tidak hanya besar di nama, tetapi juga kuat di kualitas. Pembenahan yang sedang dilakukan sekarang ini harus terus dijaga konsistensinya. Jangan berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

 

Apresiasi Konferensi Internasional dan Rencana Pengembangan Kampus

 

Selain membahas transformasi kelembagaan dan pengembangan usaha, Muhadjir juga mengapresiasi penyelenggaraan The 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026) di Kampus I UMJT.

 

Konferensi internasional bertema “Reimagining SDGs Through Social and Humanistic Perspectives” tersebut diikuti lebih dari 100 akademisi dari lima negara.

 

Saat menyempatkan diri memasuki ruang konferensi, Muhadjir menyapa para dosen dan peserta yang tengah mengikuti sesi pleno. Ia menilai kegiatan akademik bertaraf internasional menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan reputasi akademik UMJT.

 

“Kegiatan akademik seperti ini menunjukkan bahwa UMJT sudah mulai bergerak ke arah yang lebih luas. Ini penting untuk meningkatkan reputasi akademik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris PDM Kota Madiun, Suyono, M.Pd., mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga membahas potensi pengembangan kampus UMJT melalui ketersediaan tanah seluas 2,5 hektare milik Muhadjir di Madiun.

 

Lahan tersebut dinilai berpotensi mendukung pengembangan kampus UMJT pada masa mendatang. Dengan demikian, dua agenda penting yang dibicarakan dalam kunjungan tersebut adalah pendirian Mentari Mart dan persiapan lahan untuk pengembangan kampus.

 

“Pendirian Mentari Mart di UMJT dan persiapan tanah seluas 2,5 hektare untuk kampus UMJT menjadi dua hal penting yang dibicarakan,” jelas Suyono.

 

Muhadjir Ajak Warga Madiun Memilih UMJT

 

Melalui kunjungan tersebut, Muhadjir memberikan dukungan terhadap upaya UMJT memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan mutu pendidikan, dan memperluas kapasitas pengembangan kampus.

 

Ia juga mengajak masyarakat Madiun dan sekitarnya untuk mempertimbangkan UMJT sebagai pilihan pendidikan tinggi bagi putra-putri mereka. Menurutnya, transformasi kelembagaan perlu diiringi komitmen menjaga kualitas pendidikan dengan biaya kuliah yang terjangkau.

 

“Sebagai orang yang besar di Madiun, saya mengimbau agar warga Madiun dan sekitarnya memilih UMJT sebagai kampus pilihan untuk putra-putrinya. Transformasi telah menjadikan UMJT sebagai kampus pilihan yang berkualitas dengan biaya kuliah yang terjangkau,” pungkasnya.

 

Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi UMJT untuk melanjutkan transformasi secara konsisten. Dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, pengembangan fasilitas, dan perluasan jejaring internasional, UMJT diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat, khususnya di kawasan Madiun Raya dan Jawa Timur bagian barat. (PJ/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!