SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 54 murid kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Puncak Gelar Projek Ramadan yang digelar di hall utama sekolah setempat pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kreativitas murid dalam mengolah nilai-nilai Ramadan menjadi karya edukatif dan inovatif.
Mengusung tema “Belajar Mendalam pada Ramadan Berbasis Projek”, kegiatan tersebut menghadirkan konsep pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Konsep ini sejalan dengan gagasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tentang pentingnya pengalaman belajar mendalam bagi siswa.
Melalui kegiatan tersebut, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kreatif yang memberi pengalaman nyata kepada murid. Hal itu tampak dari pameran karya dan presentasi projek yang merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid kelas VI.
Guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) kelas VI, Mohamad Iqbal Baehaqi, menjelaskan bahwa gelar projek Ramadan bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi antarkelompok.
“Kegiatan ini juga memotivasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial dan tanggung jawab dalam menghasilkan produk akhir yang autentik serta memiliki nilai seni yang unik dan menarik,” ujarnya.
Suasana hall utama sekolah tampak semarak dengan hadirnya delapan stan pameran berbahan kajang bambu. Pemilihan material tersebut menghadirkan kesan tradisional, etnik, dan alami yang menonjolkan nuansa budaya Nusantara.
Para murid dibagi menjadi delapan kelompok dengan tema projek yang beragam. Di antaranya cara mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan, strategi menuntaskan hafalan Juz 30, kiat menjaga kesehatan saat puasa, cara menggapai malam Lailatulqadar, hingga materi tentang zakat, salat Tarawih, dan tata cara salat Idulfitri.
Produk yang dihasilkan juga sangat variatif. Karya media visual meliputi komik edukasi, cerita bergambar, poster, dan infografis estetik. Selain itu terdapat karya fisik seperti maket masjid yang detail, kartu ucapan Idulfitri, serta papan target Ramadan. Tak ketinggalan, murid juga membuat konten digital berupa video pendek dan vlog kreatif.
Salah satu murid kelas VI sekaligus ketua kelompok VII, Cattleya Aysha Ailaniarka Diandra, tampil percaya diri saat mempresentasikan materi tentang ketentuan dan tata cara salat Tarawih.
“Kami berusaha menyelesaikan projek ini dengan maksimal di sela-sela persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Alhamdulillah kelompok kami meraih juara I sekaligus stan terfavorit. Rasanya bangga karena semua kerja keras dan kebersamaan kami terbayar hari ini,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang yang ditentukan melalui sistem polling, dilanjutkan dengan buka puasa bersama orang tua murid kelas VI. Dalam hasil penilaian, kelompok VII meraih juara I sekaligus stan terfavorit, disusul kelompok IV sebagai juara II, dan kelompok II sebagai juara III. (*)

