33.2 C
Jakarta

Novelet – BdlA – Awal Masuk Kuliah…

Baca Juga:

16. # Awal Masuk Kuliah..

Malam mulai gelap. Dingin mulai menyergap pori-pori. Angin bertiup perlahan. Menyentuh pucuk-pucuk daun jambu dan kelengkeng depan rumah. Sesekali aku buka jendela kamar Rohman yang berukuran 3X3 meter. Disudut rumah kami yang tidak terlalu jembar. Sunyi. Sepi. Temaram. Lampu depan rumah kami ada 4. Harapannya meski rumah dibelakang, tapi tidak terlalu gelap. Sehingga ketika pulang malam, tidak takut.
Untuk kali ketiga aku buka jendela kamar Rohman, mata aku buka lebar-lebar, pun telinga, harapannya Rohman segera muncul dari ujung gang. Aku tengok jam tangan, jam 10 malam lebih 12 menit. “Kemana anak ini?” pekik dalam hatiku.
Beberapa kali aku tengok HP jadulku. Tidak ada pesan apapun dari Rohman. Aku mulai gelisah. Karena besok pagi sudah mulai kuliah. Kebiasaan maen di rumah teman masih juga belum berkurang.
“Pulang mas, besok kuliah. Subuh biar tidak ketinggalan,”
“Yaa..” jawabnya pendek, tanpa ekspresi. tanpa perasaan.
Mata sudah ngantuk. Tetapi aku paksa untuk tetap melek. Aku lihat foto-foto Rohman saat di pondok dulu. Kurus. Hitam. Aku coba hidupkan Laptop di kamar depan. Tidak tahu mau menulis apa? Akhirnya ketemu youtube wayang. On…Tidak lama berselang, deru motor masuk halaman rumah. Rohman pulang.
“Pak..paak…” katanya masih di luar.
“Iya, mana salamnya,”
“Tolong motornya pak, dimasukkan,” pintanya
“Kenapa tidak bisa sendiri?”
“Aku capek banget, pak. Jangan diganggu ya,”
“Sudah Isya?”
“Sudah pak.”
“Makan?”
“Sudah beli diluar.”
“Segera tidur, besok kuliah hari pertama,”
“Iya…”
30 menit aku tengok masih juga belum tidur. Asyik dengan HP.
“Main seharian, masih belum puas dengan HP?” emosiku naik             Rohman kaget dengan perubahan sikapku. Sejurus kemudian HP dilepaskan dari tangannya. Lampu kamar dimatikan. Tidur…( bersambung )

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!