JAKARTA, MENARA62.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmat 2026–2031 dalam konferensi pers yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Susunan kepengurusan baru tersebut merupakan bagian dari struktur PBNU pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Tambakberas, Jombang. Dalam muktamar tersebut, KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Dalam struktur kepengurusan yang diumumkan tersebut, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, masuk dalam jajaran Mustasyar PBNU. Sementara itu, Gus Gudfan Arif Ghofur dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.
Susunan kepengurusan tersebut mencakup sejumlah unsur dalam struktur PBNU, mulai dari jajaran Mustasyar, Rais Aam dan jajaran Rais, Ketua Umum dan jajaran Ketua, Sekretaris Jenderal beserta jajaran sekretariat, hingga perangkat organisasi lainnya.
Struktur Kepengurusan PBNU 2026–2031
Secara umum, struktur baru PBNU disusun untuk mendukung pelaksanaan mandat organisasi selama masa khidmat lima tahun ke depan. Kepengurusan tersebut akan menjalankan berbagai agenda organisasi di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Adapun susunan lengkap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031 tercantum dalam dokumen PDF struktur kepengurusan yang diumumkan PBNU.
Dengan ditetapkannya kepengurusan baru tersebut, PBNU memasuki periode khidmat 2026–2031 dengan struktur organisasi yang akan mendampingi kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum dalam menjalankan program serta amanah organisasi.
Susunan lengkap nama, jabatan, dan perangkat kepengurusan PBNU masa khidmat 2026–2031 dapat dilihat pada dokumen PDF yang menjadi bagian dari pengumuman resmi PBNU.
https://drive.google.com/file/d/1hKBEG3BkMZKM3_o-NjzzsqlJEnhfZydT/view?usp=sharing

