30 C
Jakarta

Pelatihan Imam dan Khotib Muhammadiyah Solo Raya Digelar

Baca Juga:

KARANGANYAR, MENARA62.COM– Pelatihan Imam dan Khotib Masjid Wakaf Muhammadiyah se-Solo Raya digelar di MIM Karanganyar, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi Majelis Tabligh PDM Karanganyar ini bekerja sama dengan Majelis Tabligh se-Solo Raya dan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Jawa Tengah.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat pusat hingga wilayah, di antaranya Wakil Sekretaris I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Anggota Bidang II Pembinaan Masjid LPCR PM PP Muhammadiyah, Ir. Kusnadi Ikhwani, serta Koordinator Majelis Tabligh se-Solo Raya, H.A. Sukidi.

Momentum Kebangkitan Peradaban Berbasis Masjid

Dr. Waluyo menyebut pelatihan ini sebagai momentum awal pengembangan peradaban berbasis masjid. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) masjid, mulai dari takmir hingga imam, menjadi langkah strategis untuk memakmurkan masjid secara profesional.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan pedoman resmi tahun 2024 yang mengatur ketentuan takmir, imam, madrasah diniyah, TPQ, dan lainnya. Sebagai organisasi modern, Muhammadiyah ingin melangkah lebih profesional dalam pengelolaan amal usaha, khususnya masjid dan musala,” ujarnya.

Ia menegaskan, masjid harus menjadi pusat kebangkitan umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga ekonomi, politik, dan peradaban secara umum.

Masjid Mandiri dan Menginspirasi

Sementara itu, Ir. Kusnadi Ikhwani mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai luar biasa. Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan masjid-masjid Muhammadiyah yang makmur, mandiri, dan menginspirasi.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, masjid-masjid Muhammadiyah di Solo Raya, Jawa Tengah, hingga seluruh Indonesia menjadi masjid yang memakmurkan jemaah. Dari masjid kita bangkit. Apa pun masalahnya, masjid solusinya,” tegasnya.

Apresiasi Peserta Melebihi Target

Koordinator Majelis Tabligh se-Solo Raya, H.A. Sukidi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia menyebut jumlah peserta mencapai lebih dari 200 orang, melampaui target awal panitia.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, termasuk Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatna, yang turut membuka acara dan memberikan materi.

Selain penguatan regulasi dan manajemen masjid, peserta juga mendapatkan simulasi berbagai aplikasi pendukung aktivitas tabligh. Materi penutup disampaikan oleh Ir. Kusnadi Ikhwani yang berbagi pengalaman pembinaan masjid.

“Semoga pelatihan ini menjadi amal kebaikan bersama dan menjadi landasan untuk menggerakkan perjuangan di Baitullah. Insyaallah, ini akan menginspirasi para takmir dan imam di masjid-masjid Muhammadiyah,” pungkas Sukidi.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, serta pemberdayaan umat di Solo Raya dan sekitarnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!