Rektor UMS Harun Joko Prayitno Dikukuhkan Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., resmi dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus amanah untuk turut memperkuat nilai-nilai karakter dan perjuangan melalui seni bela diri pencak silat Muhammadiyah.

 

Prosesi pengukuhan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Periode 2026–2031.

 

Mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus peneguhan komitmen Tapak Suci dalam mengembangkan pencak silat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan budaya bangsa.

 

Selain Rektor UMS, dua tokoh lainnya turut menerima pengukuhan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci, yakni Rektor Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan IV Jawa Tengah, Ir. Sriyanto Saputro, M.M.

 

Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, menjadi bagian dari keluarga besar Tapak Suci bukan sekadar sebuah penghormatan, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur organisasi.

 

“Menjadi bagian dari keluarga besar Tapak Suci adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Bagi saya, Tapak Suci bukan sekadar bela diri, tetapi adalah sekolah karakter yang mengajarkan tentang keikhlasan, keteguhan, dan keberanian menegakkan kebenaran,” kata Harun, Minggu (1/11/2026).

 

Ia memandang Tapak Suci memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, keteguhan, serta keberanian menjadi bekal penting dalam membangun pribadi yang berintegritas.

 

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan kampus UAD sebagai tempat penyelenggaraan pengukuhan dan pelantikan pimpinan baru Tapak Suci.

 

“Selamat datang di kampus Universitas Ahmad Dahlan, kampus yang bertekad menjadi kampus yang mendunia namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan. Kami merasa terhormat Amphitarium ini menjadi saksi pengukuhan para pendekar kehormatan dan pelantikan pimpinan baru Tapak Suci. Semoga Tapak Suci semakin modern, mandiri, dan mampu mengharumkan nama Persyarikatan di kancah dunia,” ungkap Muchlas.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danar, M.Ag., dan dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., serta Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Edhy Prabowo.

 

Dalam kesempatan tersebut, Edhy Prabowo menyampaikan kekagumannya terhadap kiprah Tapak Suci dalam perkembangan pencak silat Indonesia. Ia menilai organisasi bela diri Muhammadiyah tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

 

“Saya sangat kagum dengan Tapak Suci. Tapak Suci ini luar biasa karena telah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang menjadi penyumbang medali emas dan mengharumkan nama negara di kancah internasional. Tak hanya melahirkan atlet, Tapak Suci juga turut menyumbang pelatih-pelatih berkualitas yang membina generasi penerus pesilat Indonesia,” ujar Edhy.

 

Pengukuhan Harun Joko Prayitno sebagai Pendekar Kehormatan diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan Tapak Suci. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi pencak silat sekaligus mengembangkan pembinaan karakter, prestasi olahraga, dan kaderisasi generasi muda Muhammadiyah.

 

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Tapak Suci diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai perjuangannya, sekaligus memperluas kontribusi bagi pencak silat Indonesia di panggung dunia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!