Denpasar, Menara62.com. Ahad (4/10/2026), Keluarga Besar Muhammadiyah Denpasar melalui Majelis Tabligh PDM Kota Denpasar menyelenggarakan Tabligh Akbar yang bertempat di Mushala Ahmad Dahlan, Komplek Pendidikan Muhammadiyah Batanta, Denpasar. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, silaturahmi, sekaligus konsolidasi warga Muhammadiyah di Kota Denpasar.
Tabligh Akbar tersebut dihadiri oleh keluarga besar Muhammadiyah Denpasar, pimpinan persyarikatan, warga Muhammadiyah, serta segenap guru dan tenaga kependidikan sekolah Muhammadiyah se-Kota Denpasar. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme dan semangat warga Muhammadiyah untuk terus meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus mempererat kebersamaan dalam menjalankan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah.
Mengawali kegiatan pagi ini, Ketua PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt., menyampaikan sambutan yang menyatakan bahwa kehidupan Muhammadiyah di Kota Denpasar tidak dapat dilepaskan dari semangat toleransi dan kehidupan masyarakat Bali yang majemuk.
Hal tersebut, menurutnya, dapat dilihat secara nyata dari keberadaan amal usaha pendidikan Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, lingkungan sekolah Muhammadiyah di Denpasar berada berdampingan dengan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat Hindu. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kehidupan yang harmonis, saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi dapat tumbuh dengan baik di tengah keberagaman masyarakat.
“Semangat toleransi ini menjadi kekuatan kita dalam menjalankan dakwah Muhammadiyah di Denpasar. Kita hidup berdampingan, saling menghormati dan bersama-sama menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PWM Bali, Ir. H. Husnul Fahmi. Beliau mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Tabligh Akbar yang mempertemukan keluarga besar Muhammadiyah Denpasar dalam suasana penuh kebersamaan.
Beliau berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai forum kajian keagamaan semata, tetapi juga dapat menjadi ajang konsolidasi Muhammadiyah. Pertemuan warga, pimpinan, guru dan seluruh elemen Muhammadiyah diharapkan mampu memperkuat komunikasi, menyatukan langkah serta membangun semangat bersama dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah di Bali.
“Tabligh Akbar ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kita bersama, sehingga Muhammadiyah di Bali semakin solid, semakin bergerak dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pada sesi berikutnya, Rektor BIMU Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan sosialisasi mengenai keberadaan dan perkembangan Bali International Muhammadiyah University. Beliau mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Bali untuk bersama-sama membesarkan, menghidupkan dan mendukung kampus Muhammadiyah satu-satunya yang ada di Bali tersebut.
Menurutnya, keberadaan BIMU bukan hanya menjadi kebanggaan Muhammadiyah, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar besar Persyarikatan dalam membangun sumber daya manusia melalui jalur pendidikan tinggi. Karena itu, dukungan seluruh elemen Muhammadiyah sangat dibutuhkan agar BIMU dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat Bali dan Indonesia.
Pada puncak acara, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., yang juga Ketua PWM Jawa Tengah, sebagai narasumber utama. Dalam kajiannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia melalui sopan santun, akhlak, sikap, serta penampilan yang baik.
Menurut beliau, dakwah dan kehidupan bermasyarakat tidak hanya berbicara tentang apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana seseorang membawa dirinya di tengah-tengah masyarakat. Sikap santun, menghargai orang lain, menjaga ucapan, serta menunjukkan penampilan yang pantas merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim dalam berinteraksi.
Lebih jauh, KH. Tafsir juga mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam setiap aktivitas. Setiap kegiatan, termasuk aktivitas organisasi, pendidikan, dakwah maupun kegiatan sosial, hendaknya tidak semata-mata mengejar pengakuan manusia, tetapi diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Dengan niat yang benar, setiap aktivitas yang dilakukan dapat bernilai ibadah dan menjadi jalan untuk memperoleh pahala dari Allah SWT. Karena itu, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya diukur dari seberapa besar kegiatan tersebut terlihat oleh manusia, tetapi juga dari seberapa ikhlas seseorang menjalankannya dan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi Bali International Muhammadiyah University (BIMU) yang disampaikan langsung oleh Rektor BIMU, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Kehadiran Rektor BIMU menjadi kesempatan bagi keluarga besar Muhammadiyah Denpasar untuk mengenal lebih dekat perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah yang menjadi bagian penting dari penguatan pendidikan Muhammadiyah di Bali.
Tabligh Akbar akhirnya menjadi sebuah pertemuan yang tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen Muhammadiyah dalam satu semangat kebersamaan. Dari penguatan akhlak, menjaga keikhlasan, merawat toleransi, hingga membangun pendidikan Muhammadiyah, semuanya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan Muhammadiyah yang semakin maju dan bermanfaat.
Tabligh Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Denpasar Bersama Dr. KH. Tafsir, M.Ag
- Advertisement -
