YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan Kick-Off Penerimaan Mahasiswa Baru 2027 di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 UAD, Senin (12/10/2026). UAD juga memberikan apresiasi kepada sekolah mitra yang sudah berkontribusi terbanyak menyumbangkan mahasiswa baru.
Prof Dr apt Wahyu Widyaningsih MSi, Kepala Biro Akademiki dan Admisi UAD mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2027 untuk program sarjana, profesi, magister, dan doktor telah resmi dibuka Senin, 12 Oktober 2026. Saat ini sudah ada 12 calon mahasiswa yang telah mendaftarkan diri dari berbagai daerah di Indonesia.
Lebih lanjut Wahyu menjelaskan sistem informasi PMB, kapasitas layanan, serta website resmi PMB UAD (pmb.uad.ac.id) telah disiapkan dan ditingkatkan agar lebih mudah diakses oleh calon mahasiswa. Jalur pendaftaran yang dibuka melalui Jalur Umum & Non-Akademik,​ Jalur Khusus Kesehatan & Lainnya, dan Jalur Lanjutan.
Jalur Umum & Non-Akademik, kata Wahyu, merupakan jalur bebas tes dengan menggunakan nilai rapor, nilai SKL, serta jalur non-akademik. Sedang ​Jalur Khusus Kesehatan & Lainnya adalah jalur nilai rapor untuk program studi Farmasi, Psikologi, Kedokteran, serta jalur tes berupa CBT. Jalur Lanjutan juga tersedia jalur beasiswa, program magister, dan program doktor.
“UAD terus berkomitmen memberikan beasiswa kepada mahasiswa baru yang terus meningkat. Pada tahun 2026, UAD telah memberikan beasiswa senilai lebih dari 17,7 miliar,” kata Wahyu.
Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT mengatakan UAD menyediakan hadiah bagi mahasiswa baru yang melakukan registrasi awal. “Pendaftar pertama di setiap fakultas yang melakukan registrasi akan diberikan hadiah berupa laptop, iPad, dan bentuk lainnya akan dipikirkan,” kata Muchlas.
Rektor UAD juga memperingatkan kepada orang tua dalam memilihkan perguruan tinggi yang sesuai bagi putra-putrinya. ​Orang tua dan guru Bimbingan Konseling (BK) umumnya mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, mengetahui jenis pekerjaan yang sedang dibutuhkan di dunia usaha, industri, pemerintahan, dan lembaga lainnya saat ini dan empat tahun ke depan.
Tetapi tidak kalah penting, tambah Muchlas, adalah kompetensi perguruan tinggi dalam membekali mahasiswa. Terutama kompetensi yang diperlukan mahasiswa, sikap, keterampilan, cepat memperoleh pekerjaan, serta cepat mengabdi pada masyarakat dan bangsa.
UAD, kata Muchlas, telah memiliki keunggulan dan prestasi global. Di antaranya, UAD menempati peringkat dunia berdasarkan lembaga pemeringkatan dunia. UAD ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kelas dunia terbaik nomor 1 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan nomor tiga se-Indonesia (sejajar dengan Telkom University).
Kemudian, UAD secara konsisten kembali memperoleh akreditasi institusi Unggul. Ini merupakan sebuah pencapaian yang menunjukkan standar mutu nasional dan internasional yang telah diakui.
“Selain itu, UAD merupakan salah satu perguruan tinggi di seluruh dunia yang memiliki Wakil Rektor khusus bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk membekali soft skill, keterampilan teknis, serta nilai-nilai keagamaan yang baik bagi mahasiswanya,” kata Muchlas. (*)
