UMS Evaluasi Struktur Gedung RS PKU Prambanan, Dukung Pemenuhan SLF

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berkontribusi meningkatkan keandalan infrastruktur pelayanan kesehatan melalui evaluasi kinerja struktur gedung Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kajian teknis ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keandalan bangunan rumah sakit.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Tahun 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama Juli hingga September 2026 dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa UMS lintas bidang keahlian.

 

Tim pengabdian dipimpin Dr. Ir. Yenny Nurchasanah, S.T., M.T. Pelaksanaan evaluasi meliputi koordinasi dengan pihak rumah sakit, pengumpulan dan pemeriksaan dokumen teknis, pengamatan kondisi bangunan, hingga analisis struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000.

 

Yenny menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perilaku struktur gedung. Kajian tersebut sekaligus mengidentifikasi komponen bangunan yang memerlukan perhatian dan evaluasi lebih lanjut.

 

“Berdasarkan hasil analisis, tim mengidentifikasi beberapa aspek teknis pada sistem struktur bangunan yang memerlukan perhatian dan evaluasi lebih lanjut. Kajian mencakup perilaku struktur bangunan secara keseluruhan, karakteristik kekakuan, serta kinerja elemen-elemen struktur dalam merespons berbagai beban yang bekerja,” terang Yenny, Rabu (4/11/2026).

 

Evaluasi juga mencakup keterpaduan kinerja komponen struktur, termasuk balok, kolom, dan fondasi. Ketiga elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan sistem struktur bangunan mampu bekerja secara terpadu dalam menopang beban.

 

Hasil analisis selanjutnya menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dan langkah tindak lanjut untuk mengoptimalkan kinerja struktur gedung. Rekomendasi tersebut diharapkan membantu pengelola rumah sakit menentukan prioritas penanganan serta merencanakan perbaikan yang diperlukan.

 

Selain itu, hasil kajian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menyiapkan dokumen teknis pendukung pemenuhan SLF. Dengan demikian, rumah sakit memiliki gambaran kondisi struktur yang lebih komprehensif dalam mendukung proses pemenuhan persyaratan teknis bangunan gedung.

 

Yenny menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar penerapan keahlian akademik, melainkan juga bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sektor kesehatan.

 

“Kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

 

Kolaborasi UMS dan RS PKU Muhammadiyah Prambanan diharapkan memperkuat pengelolaan infrastruktur rumah sakit secara profesional, amanah, dan berkelanjutan. Keandalan bangunan menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang keberlangsungan pelayanan kesehatan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

 

Melalui program P2M 2026, UMS terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepakaran dosen untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek kesehatan, inovasi infrastruktur, serta pembangunan yang berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!