Wisuda Umri Penuh Haru, Ijazah Saddam Diserahkan kepada Orang Tua

Baca Juga:

PEKANBARU, MENARA62.COM – Suasana haru menyelimuti hari kedua Wisuda XXXI Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Ahad (25/10/2026). Di tengah kebahagiaan 1.351 lulusan yang resmi dikukuhkan, sebuah momen mengundang keheningan dan air mata ketika ijazah almarhum Saddam Hardian Putra diserahkan kepada kedua orang tuanya.

 

Saddam merupakan lulusan Program Studi S1 Teknik Informatika Umri. Ia telah menyelesaikan studinya, tetapi tak sempat mengikuti prosesi wisuda bersama rekan-rekannya.

 

Penyerahan ijazah tersebut menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam Wisuda XXXI Umri. Di balik selembar ijazah, tersimpan perjuangan panjang, pengorbanan, serta doa orang tua yang mengiringi perjalanan pendidikan seorang anak hingga berhasil menuntaskan studinya.

 

Momen itu sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan akademik bukan sekadar tentang gelar dan seremoni kelulusan. Ada cinta, harapan, dan perjuangan keluarga yang turut mengantarkan mahasiswa menuju pencapaian tertinggi dalam perjalanan pendidikannya.

 

Wisuda XXXI Umri berlangsung selama dua hari dan mengukuhkan 1.351 lulusan dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah Umri.

 

Rektor Umri: Lulusan Harus Menjadi Pembawa Solusi

 

Rektor Umri, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan tahniah kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Yang paling penting, kita berharap para wisudawan dan wisudawati menjadi duta-duta Persyarikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Jaga nama baik Muhammadiyah dan Umri,” pesannya.

 

Mengusung tema “From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban”, Umri mendorong para lulusan agar mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi karya dan kontribusi nyata.

 

Saidul Amin berharap lulusan Umri hadir sebagai pencerah yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat, bukan justru menambah masalah.

 

“Kita berharap lulusan Umri menjadi pencerah di tengah masyarakat. They are part of solution, not part of problem. Mereka harus mampu menghadirkan solusi dan membawa perubahan positif,” ujarnya.

 

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur melalui gelar akademik maupun nilai indeks prestasi kumulatif (IPK). Lebih dari itu, lulusan diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

 

PP Muhammadiyah Ingatkan Amanah di Balik Gelar

 

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., mengingatkan para lulusan Umri agar memadukan keluhuran budi pekerti dan kesantunan berbahasa sebagaimana pesan Raja Ali Haji dengan semangat amal nyata yang diajarkan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan.

 

Menurutnya, gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan menempuh pendidikan, tetapi juga amanah yang harus diwujudkan melalui tindakan dan pengabdian.

 

“Gelar akademik bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk mengamalkan ilmu, menghadirkan solusi, mencerahkan umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Irwan Akib.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Dr. H. Sutarmo, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Umri sebagai bagian dari ikhtiar Muhammadiyah mencetak generasi penerus bangsa.

 

Ia menilai tema wisuda tersebut mengandung amanah besar bagi Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban dan mendorong kemajuan umat manusia.

 

Lulusan Diminta Tak Hanya Menjadi Pencari Kerja

 

Dari unsur Pemerintah Provinsi Riau, Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., mengajak para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

 

Ia mendorong lulusan Umri untuk berani menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi diri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Kami berharap lulusan Umri turut membawa kemajuan bagi Provinsi Riau dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Mari bersama-sama membangun Provinsi Riau,” ajaknya.

 

Wisuda XXXI Umri turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, jajaran PWM Riau, Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Ketua LLDIKTI Wilayah XVII, Koordinator Kopertis Wilayah XII, serta mitra kerja universitas.

 

Rika Gunawan Raih Predikat Lulusan Terbaik

 

Di antara 1.351 lulusan yang dikukuhkan, sejumlah mahasiswa berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan.

 

Rika Gunawan dari Program Studi S1 Akuntansi meraih predikat lulusan terbaik jenjang sarjana dengan IPK 3,97 dan predikat Summa Cumlaude.

 

Pada jenjang magister, Rio Agusri dari Program Studi S2 Manajemen dan Kewirausahaan memperoleh IPK 3,87 dengan predikat Cumlaude. Sementara itu, Olga Fitriani Nazri Putri dari Program Studi D3 Keperawatan meraih IPK 3,84 dengan predikat Cumlaude.

 

Pencapaian tersebut melengkapi catatan penting Wisuda XXXI Umri yang mencatat jumlah lulusan terbanyak sepanjang sejarah universitas.

 

Melalui wisuda ini, Umri kembali meneguhkan komitmennya untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

 

Namun, di antara deretan prestasi dan kebanggaan akademik itu, penyerahan ijazah almarhum Saddam Hardian Putra menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan seorang anak, ada doa dan pengorbanan orang tua yang tak ternilai. Sebuah pencapaian yang tetap bermakna, meski sang lulusan tak lagi dapat berdiri di panggung wisuda bersama teman-temannya.

 

(Sumber: umri.ac.id/Walida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!