SOLO, MENARA62.COM– Tim Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas pada kompetisi Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi ini berlangsung pada 10-12 Februari 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang.
Erina Az-Zahra selaku ketua tim, bersama dengan rekannya Naila Aufa Kamila, Az-Zahra Amelia Amien, dan Salsabila Isnaini merancang inovasi pangan berbentuk permen untuk penderita anxiety disorders. Calmio Candy, disebutnya, terbuat dari bahan alami perpaduan antara magnesium, L-theanine serta Jamur salju (Tremella fuciformis) yang mengandung vitamin B6.
Perwakilan tim, Naila Aufa Kamila menjawab permasalahan tingginya angka kecemasan pada kalangan remaja khususnya mahasiswa. Kecemasan yang sering terjadi di lingkungan mahasiswa cukup membuat mereka terganggu, permen Calmio Candy dapat membantu menurunkan stress atau kecemasan.
“Kita rancang, pangan fungsional berbentuk permen agar anak muda tertarik dan praktis, kemudian kita buatlah produk ini yang terbuat dari bahan-bahan alami. Yang biasanya berbentuk obat atau kapsul yang ada efek sampingnya,” jelas Naila saat dimintai keterangan pada Senin (23/2).
Ketua tim Erina Az-Zahra menjelaskan bahwa Calmio Candy ini memiliki keunggulan dibanding dengan produk lainnya. Produk ini memiliki komposisi yang kompleks menggabungkan antara L-theanine, Magnesium dan Vitamin B6 yang dibuat khusus untuk anxiety disorders. Produk-produk sebelumnya hanya satu komposisi saja sedangkan produk ini gabungan dari komposisi-komposisi tadi.
Saat merancang produk tersebut, tim mengaku sempat mengalami kesulitan sehingga harus mengulang sampai empat kali. Dewan juri yang melihat inovasi ini sebagai produk unggul juga memberikan saran kepada tim agar memperbaiki tekstur. Emulsifier perlu ditambahkan agar dapat membentuk rumen supaya tidak mudah cair.
“Tantangannya lebih ke membuat produk yang harus ngulang tiga sampai empat kali karena buat nyampe tekstur yang bener-bener kita mau agak sedikit sulit. Karena basicnya dari gelatin yang penyimpanannya harus di suhu dingin, produk kita sempat jamuran karena lupa buat naruh di kulkas,” tambah Erina Az-Zahra.
Dosen pembimbing tim, Dyah Intan Puspitasari, S.Gz., M.Nutr., turut membantu dalam mengembangkan produk Calmio Candy. Selain itu, dari Prodi, Fakultas dan Universitas juga sangat mendukung inovasi mahasiswa.
“Universitas mendukung penuh inovasi mahasiswa, Saya ingin memotivasi teman-teman di komunitas NutriCom. Karena kami juga berasal dari komunitas, kami berharap kader-kader lain bisa melihat dan mencontoh bahwa kami sudah mampu sampai di titik ini. Kami menunggu kalian untuk bisa mencapai jenjang yang sama,” tutur Salsabila. (*)
