SOLO, MENARA62.COM – Family Day 2026 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berlangsung meriah dengan rangkaian Jalan Sehat Keluarga, Bazar, dan Pentas Seni, Ahad (14/6/2026). Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah aksi dalang cilik Adeka Sang Narendra yang membawakan pertunjukan wayang kulit lakon Sirnaning Angkara.
Adeka Sang Narendra, siswa kelas 2B SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, tampil percaya diri memainkan wayang kulit di hadapan keluarga besar sekolah. Putra dari dalang Ki Anom Dwijo Kangko, S.Sn., tersebut menunjukkan bakat seni tradisi sejak usia dini.
“Saya umur delapan tahun sudah senang wayang. Saya senang sekali bisa memainkan wayang,” ujar Adeka.
Dalam penampilannya, Adeka membawakan kisah Sirnaning Angkara dengan penuh penghayatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat, termasuk seni budaya.
Pembinaan seni wayang kulit di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dilakukan oleh Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar seni pertunjukan, tetapi juga nilai karakter, budaya, dan kreativitas.
Wali murid kelas 5D, Nimas Fath Putri Ayana, yang turut terlibat dalam iringan pentas wayang kulit, menyambut positif kegiatan Family Day tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka.
“Family Day ini sangat menyenangkan. Ekstrakurikuler dipentaskan, bakat dan minat anak juga ditampilkan. Terima kasih untuk SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Bunda Diana Dwi Afriyanti, wali murid dari Arsa Zafran Putra Ayana kelas 2D dan Nimas Fath Putri Ayana kelas 5D. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi anak sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Eni Idayati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Family Day SD Muhammadiyah 1 Ketelan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, komite, dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
“Kegiatan ini sangat menginspirasi karena membuktikan bahwa pendidikan membutuhkan keterlibatan bersama. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, orang tua, komite, dan anak-anak menjadi kunci,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi sekolah lain di Kota Surakarta untuk menghadirkan program yang mendukung perkembangan potensi siswa.
Family Day 2026 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta tidak hanya menjadi ajang kebersamaan keluarga besar sekolah, tetapi juga menjadi ruang apresiasi kreativitas siswa, pelestarian budaya, serta penguatan karakter generasi muda. (*)

