SOLO, MENARA62.COM – Wakil Rektor 3 Institut Ahmad Dahlan Probolinggo resmi menyandang gelar doktor usai melewati sidang promosi doktor Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Ia, Muhammad Alfi Syahrin, lulus dengan IPK 3.93 sebagai doktor ke 65 lulusan PAI UMS.
Muhammad Alfi Syahrin yang akrab dipanggil Alfi membawakan pemaparan disertasi berjudul Pengaruh Model Pendidikan Nilai dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Murid di MAN Kota Probolinggo. Alfi berangkat dari permasalahan bahwa implementasi pendidikan nilai yang selama ini dilakukan sering kali masih berfokus pada aspek kognitif.
Dari pandangannya, pendidikan juga lebih banyak disampaikan dalam bentuk nasihat, namun belum sepenuhnya menyentuh pada pembiasaan dan pengalaman nyata murid di sekolah.
“Akibatnya, nilai yang diajarkan belum sepenuhnya terinternalisasi menjadi sikap dan perilaku. Dengan kata lain, murid tahu apa yang baik, tetapi belum tentu terbiasa melakukan yang baik. Dan lebih jauh lagi, belum tentu merasakan makna dari kebaikan tersebut,” kata Alif saat memaparkan disertasinya, Sabtu (25/4).
Model pendidikan nilai melalui lima tahap terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosional murid di MAN Kota Probolinggo. Hasil analisisnya juga menunjukkan bahwa model ini memiliki pengaruh hingga 69%.
“Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan lima tahap yaitu pengetahuan, pembiasaan, keteladanan, pembelajaran interaktif, dan refleksi, secara keseluruhan membentuk sistem pendidikan nilai yang kuat dan relevan dalam membina aspek emosional siswa,” kata Alif menutup pemaparannya.
Sementara itu Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan pesannya terkait hakikat ilmu. Bahwa sekalipun telah menjadi doktor harus terus dapat memberikan manfaat kepada yang lain.
“Tetap berendah hati lah, jadilah sosok yang penuh kasih dan sayang, berikan kasih sayang yang banyak sebagaimana orang tua menyayangi anda,” pesan Harun.
Ditemui usai sidang terbuka, Alfi menyampaikan alasannya memilih untuk berkuliah di UMS. Menurutnya, UMS memiliki riset yang baik, publikasi yang tinggi, terutama publikasi artikel di jurnal berreputasi.
“Sehingga kami di Probolinggo ingin menimba ilmu bagaimana melakukan penelitian yang baik,” ungkapnya.
Di lingkup S3, ia menemukan banyak hal baru yang dapat diadaptasi ke kampusnya nanti. “Sehingga memang banyak membantu kita dan itu bisa kita implementasikan di kampus di Probolinggo nantinya,” kata Alfi. (*)

