SOLO, MENARA62.COM – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026), dalam gelaran Wisuda Tahfidz Al-Qur’an SD Aisyiyah Unggulan Gemolong. Kegiatan ini menjadi momentum syukur atas lahirnya generasi Qur’ani yang berkemajuan.
Sebanyak 254 siswa diwisuda setelah dinyatakan lulus Ujian Tahfidz yang dilaksanakan pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Para wisudawan berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an dari berbagai capaian, mulai Juz 30, 29, 28, 27, hingga Juz 2 dan 1.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Ketua PDM Sragen Agus Ulin Nuha, Korwilcam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Gemolong Narno, Ketua PCM Gemolong Joko Margiantomo, Ketua PCA Gemolong Marhamah, serta Ketua Komite Sekolah Wiyono.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan Asmaul Husna, dilanjutkan tausiyah dari Ustaz Wuntat Wawan Sembodo yang menekankan pentingnya peran generasi penghafal Al-Qur’an sebagai harapan umat dan investasi peradaban.
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi wisuda dan hatur bakti (sungkeman). Para siswa bersimpuh di hadapan orang tua, mencium tangan, serta memeluk penuh haru sebagai bentuk bakti dan terima kasih. Tangis haru pecah di berbagai sudut ruangan, mengiringi doa dan pelukan yang sarat makna.
Kepala SD Aisyiyah Unggulan Gemolong, Murdiyanto, menegaskan bahwa program tahfidz tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Program tahfidz merupakan ikhtiar menyiapkan generasi Qur’ani yang beradab dan berkemajuan. Setiap ayat yang dihafal diharapkan menjadi cahaya dalam perjalanan hidup anak-anak,” ujarnya.
Sebagai penutup, panitia menyerahkan paket umrah kepada salah satu guru, Etik Yunita, sebagai bagian dari program tahunan sekolah yang konsisten dijalankan.
Wisuda Tahfidz ini tidak sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi simbol harapan, doa, dan komitmen bersama dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an serta berkontribusi bagi peradaban. (*)
