34.7 C
Jakarta

Digdaya ‘Aisyiyah Webinar Angkat Dakwah Budaya Daerah

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) kembali menghadirkan inovasi dakwah kultural lewat gelaran Dialog Dakwah dan Budaya (Digdaya) dalam format webinar, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dari berbagai wilayah di Indonesia dalam mengembangkan dakwah berbasis budaya.

Ketua LBSO PP ‘Aisyiyah, Widiyastuti, menyampaikan bahwa transformasi Digdaya dari format podcast ke webinar bertujuan memperluas jangkauan sekaligus memperkuat jejaring antarwilayah.

“Kita ingin praktik-praktik baik dari wilayah bisa ditularkan, sehingga dapat memberikan nilai ekonomi, edukasi, dan memperluas spektrum dakwah ‘Aisyiyah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan LBSO di berbagai wilayah telah menjadi solusi dan metode dakwah yang relevan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua PP ‘Aisyiyah yang membidangi LBSO, Siti Aisyah, menegaskan bahwa penguatan literasi dalam dakwah tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Islam. Ia mengingatkan bahwa semangat literasi telah menjadi bagian penting sejak awal berdirinya ‘Aisyiyah.

Ia mencontohkan pemikiran tokoh ‘Aisyiyah, Siti Bariyah, yang sejak 1932 telah mendorong perempuan untuk mengakses pendidikan dan literasi melalui gagasan pendirian perpustakaan bagi perempuan.

“Bagi perempuan berkemajuan, literasi adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Dalam webinar tersebut, praktik baik dari daerah menjadi sorotan utama. Dari PWA Jawa Tengah, Siti Maziyah memaparkan upaya pelestarian budaya melalui wastra dan kuliner tradisional.

Ia menjelaskan, PWA Jawa Tengah telah menginisiasi lomba motif batik sejak 2013 sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas organisasi. Selain itu, pihaknya juga melakukan inventarisasi kuliner tradisional dari 35 daerah di Jawa Tengah yang kemudian dibukukan bekerja sama dengan Universitas Diponegoro.

“Warisan kuliner sangat rentan hilang karena diturunkan secara lisan, sehingga perlu didokumentasikan agar tetap lestari,” jelasnya.

Sementara itu, dari PWA Lampung, Zulyana Samba membagikan pengalaman mendirikan ‘Aisyiyah Corner di Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung sebagai pusat literasi berbasis organisasi.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung peningkatan literasi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan dakwah ‘Aisyiyah secara lebih luas.

“‘Aisyiyah Corner diharapkan menjadi pusat literasi yang modern, inklusif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PWA Lampung berkomitmen mengembangkan fasilitas tersebut dengan menggandeng berbagai pihak agar semakin menarik dan berdampak.

Melalui Digdaya versi webinar ini, ‘Aisyiyah menegaskan perannya dalam mengintegrasikan dakwah dengan budaya lokal. Sinergi antarwilayah diharapkan mampu memperkuat gerakan dakwah yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!