TANGSEL, MENARA62.COM – Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengajak para alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk terus memperkuat transformasi kader melalui Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Fokal IMM yang digelar di Aviary Hotel Bintaro, Jumat (24/4/2026).
Amirsyah, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang IMM Kota Medan (1984–1986), hadir memberikan tausiyah bersama sejumlah pengurus MUI, di antaranya Ketua Bidang Ekonomi Azrul Tanjung, Wakil Sekjen Hazuarli Haz, serta jajaran bendahara MUI seperti Erni Juliana Al Hasanah dan Yayat Sujatna.
Fokal IMM merupakan wadah paguyuban non-struktural yang menghimpun para alumni IMM untuk memperkuat kerja-kerja kultural, dakwah, serta membangun sinergi dan kolaborasi dalam gerakan kebangsaan secara profesional.
Dalam sambutannya, Amirsyah menegaskan bahwa para alumni IMM telah berikhtiar dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing. Sejumlah tokoh alumni yang hadir antara lain Desri Arwen (Rektor UMT Periode 2025–2029) dan Saleh Partaonan Daulay (Ketua Komisi VII DPR RI).
Ia mengingatkan pentingnya peran alumni dalam memperkuat efektivitas dakwah Muhammadiyah, khususnya di kalangan elite bangsa. Oleh karena itu, diperlukan dialog yang produktif dan konstruktif di antara para alumni.
Tokoh senior IMM, Nizam Burhanuddin, yang merupakan mantan Ketua Umum DPP IMM era 1980-an, juga turut hadir. Ia dikenal sebagai salah satu sosok yang berkontribusi dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.
Sementara itu, Uum Syarif Usman, Mudir Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Singaparna Tasikmalaya, berbagi pengalaman dalam menyelamatkan pesantren yang sempat terancam. Berkat kerja keras dan kekompakan warga persyarikatan, pesantren tersebut berhasil dipertahankan sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Amirsyah menegaskan bahwa setiap kader memiliki peran sesuai dengan bidangnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra ayat 84:
قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا٨٤
“Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
Karena itu, para alumni diharapkan terus berkontribusi bagi masyarakat, umat, dan bangsa sesuai profesinya masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya peran Fokal IMM sebagai penggerak diaspora alumni di berbagai sektor, baik legislatif, eksekutif, pemerintahan, maupun swasta. Menurutnya, peningkatan peran politik kebangsaan harus diarahkan untuk kemaslahatan yang lebih luas.
Sejalan dengan itu, ia mengutip pesan Al-Qur’an:
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ
“Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
Amirsyah menambahkan bahwa Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Meski demikian, para pemimpinnya tetap dikenal sederhana, yang mencerminkan keikhlasan sebagai kekuatan utama gerakan Muhammadiyah.
“Kesederhanaan dan keikhlasan itulah yang menjadi ruh sehingga Muhammadiyah terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran kepengurusan Fokal IMM, mulai dari tingkat nasional hingga daerah, untuk memperkuat sinergi dalam mendukung dakwah Muhammadiyah, baik secara kultural maupun struktural.
Sementara itu, Andi Nurpati, dalam sambutannya mewakili Fokalwati, menyampaikan harapan agar ke depan Fokal IMM memiliki pusat kegiatan berupa gedung tersendiri yang dapat menjadi pusat studi dan peradaban bagi para alumni IMM.

