28.2 C
Jakarta

Kemdiktisaintek Akselerasi Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pembangunan Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi sebagai motor penghasil talenta, ilmu pengetahuan, teknologi, dan solusi bagi berbagai tantangan strategis nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/6). Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan industri untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis sains dan teknologi.

Pada sesi sarasehan, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menkkp), Sakti Wahyu Trenggono, memaparkan strategi pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pendekatan ekonomi biru yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurut Menteri Trenggono, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan berupa dominasi ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah serta sistem budidaya yang masih tradisional. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing sektor kelautan dan perikanan.

“Penelitian atau riset, penemuan hal baru, tidak bisa dilakukan oleh industri. Hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi,” ujar Menteri Trenggono.

Menkkp menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa (Pantura), pembangunan budidaya perikanan berbasis kawasan, serta modernisasi sektor perikanan. Selain itu, pengembangan komoditas strategis seperti udang, rumput laut, dan ikan budidaya memerlukan dukungan riset terapan, teknologi pembenihan, inovasi pakan, hingga hilirisasi produk agar Indonesia mampu menghasilkan produk perikanan bernilai tambah dan berdaya saing global.

Terkait pengembangan komoditas rumput laut, Menteri Trenggono menegaskan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang mendukung hilirisasi produk.

“Ini yang dibutuhkan penelitian lebih jauh lagi, dan menurut saya perguruan tinggi yang paling memungkinkan. Kementerian bisa mendukung dan kami siap untuk mendukung perguruan tinggi sekarang, untuk mendukung itu apabila beberapa dari perguruan tinggi ini mengeluarkan penelitian-penelitian yang lebih jauh tentang rumput laut,” ujar Menteri KKP.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan bahwa berbagai target pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang dipaparkan Menteri Trenggono menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusi melalui riset dan inovasi. Keterlibatan dosen, peneliti, dan mahasiswa akan mempercepat lahirnya solusi yang mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang kelautan dan perikanan.

Mendiktisaintek menyampaikan bahwa mahasiswa dapat dilibatkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memperkuat implementasi berbagai program KKP di masyarakat, sehingga ekosistem kampus semakin memahami kebutuhan riil sektor kelautan dan perikanan serta mampu menghadirkan inovasi yang berdampak.

Ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri dalam mengembangkan riset terapan, inovasi teknologi, serta talenta unggul di bidang kelautan dan perikanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia melalui pemanfaatan sains dan teknologi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!