KARANGANYAR, MENARA62.COM — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah memperkuat komitmen membangun ketahanan keluarga melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional.
Kegiatan yang digelar di Wonder Park, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026 tersebut diikuti 670 peserta dari seluruh Jawa Tengah. Jambore ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader dakwah dalam mendampingi keluarga dan masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk transformasi digital.
Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai agenda penguatan kapasitas mubalighat agar mampu menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan dan penyelesaian persoalan sosial.
Ketua PWA Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
“Keluarga sakinah adalah unit terkecil yang menghadirkan lingkungan harmonis sekaligus menjadi pondasi terbentuknya Qaryah Thayyibah,” ujar Eny.
Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga harus dilakukan melalui program yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kader ‘Aisyiyah didorong menggunakan data lapangan agar setiap pendampingan yang dilakukan mampu memberikan dampak yang terukur.
Dalam kegiatan tersebut, PWA Jawa Tengah juga memperkuat kolaborasi pentaheliks bersama BAZNAS, BKKBN, dan berbagai instansi pemerintah untuk mempercepat penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, serta penguatan keluarga.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, berbasis data, dan menjawab kebutuhan warga.
Salah satu langkah konkret dalam jambore tersebut yakni peluncuran 109 Mubalighat Penggerak Desa. Para kader ini akan mendampingi desa binaan melalui sepuluh program unggulan, mulai dari ketahanan pangan, literasi digital, kesehatan reproduksi, pemberdayaan keluarga, hingga gerakan peduli lingkungan.
Ketua Panitia, Dr. Amiroh, M.Ag., menyampaikan bahwa Jambore Dakwah Kemanusiaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal gerakan nyata kader di tengah masyarakat.
“Kami menyiapkan kader-kader yang siap turun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan Qaryah Thayyibah melalui pendampingan keluarga dan desa secara berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, PWA Jawa Tengah juga meluncurkan program Gerakan Perempuan Mengaji sebagai bagian dari upaya membangun Desa Sehat Mental Spiritual berbasis Qaryah Thayyibah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., mengajak kader untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui budaya zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Kita bangun desa sadar zakat sehingga zakat menjadi kultur kehidupan masyarakat, karena salah satu kekuatan dakwah kita adalah kekuatan finansial,” ungkapnya.
Melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah menegaskan perannya dalam menghadirkan dakwah yang solutif dan berdampak.
Dengan memperkuat ketahanan keluarga, mengembangkan desa binaan, serta memperluas kolaborasi lintas sektor, ‘Aisyiyah berharap mampu berkontribusi dalam mewujudkan keluarga sakinah, mencegah stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, dan membangun masyarakat yang semakin berkemajuan. (*)
