31.3 C
Jakarta

Mahasiswa UM Jatim Pelajari Bisnis Kemitraan Ayam Modern

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim/UMJT) mengikuti Praktikum Industri di peternakan ayam pedaging berbasis kemitraan inti-plasma di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Budidaya Hewan Ternak dan Biosecurity untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang agribisnis peternakan.

Praktikum yang dilaksanakan pada akhir bulan lalu tersebut berlangsung di peternakan ayam pedaging berkapasitas 5.000 ekor yang dikelola menggunakan sistem kemitraan inti-plasma, salah satu model bisnis peternakan yang banyak diterapkan di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya ayam pedaging, tetapi juga memahami secara langsung tata kelola usaha peternakan modern, mulai dari manajemen produksi, biosecurity, hingga pola kemitraan antara perusahaan inti dan peternak plasma.

Ketua Program Studi Biokewirausahaan UM Jatim, Irfan Miftahul Fauzi, S.Pi., M.P., mengatakan pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali pengalaman lapangan selain penguasaan teori di ruang kelas.

“Melalui kegiatan praktikum industri ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknik budidaya ayam pedaging, tetapi juga memahami bagaimana sebuah usaha peternakan dijalankan secara profesional dan menguntungkan. Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk menjadi pelaku usaha, bukan hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus,” ujar Irfan, Rabu (1/7).

Menurutnya, pemahaman terhadap sistem kemitraan inti-plasma menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengenal ekosistem bisnis peternakan modern secara menyeluruh.

Dalam sistem tersebut, perusahaan inti menyediakan sarana produksi, seperti bibit, pakan, obat-obatan, hingga pendampingan teknis. Sementara itu, peternak plasma bertanggung jawab terhadap pemeliharaan ayam hingga masa panen.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai hubungan antara perusahaan, peternak, dan pasar, sekaligus memahami berbagai peluang serta tantangan dalam mengembangkan usaha peternakan ayam pedaging.

“Sehingga mahasiswa dapat memahami berbagai peluang dan tantangan yang akan dihadapi ketika terjun ke dunia usaha peternakan,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik unit bisnis kemitraan ayam pedaging yang menjadi lokasi praktikum, Ndaru, menilai sektor peternakan masih menawarkan prospek usaha yang sangat menjanjikan, terutama bagi generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kemauan untuk terus belajar.

“Sudah saatnya anak-anak muda mulai bergerak di bidang wirausaha. Jangan hanya menunggu menjadi ASN. Industri peternakan, khususnya ayam pedaging, memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan untuk terus belajar,” kata Ndaru.

Melalui Praktikum Industri ini, Program Studi Biokewirausahaan UM Jatim berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berjiwa wirausaha, adaptif terhadap perkembangan industri, dan siap menciptakan peluang usaha di sektor peternakan modern. (PJ)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!