BANDUNG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi melantik tiga Wakil Rektor periode 2026–2029 sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola sekaligus mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.
Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, melantik Ayi Yunus Rusyana sebagai Wakil Rektor I, Zamah Sari sebagai Wakil Rektor II, dan Ahmad Diponegoro sebagai Wakil Rektor III. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mempercepat pencapaian berbagai target strategis yang telah dicanangkan.
Dalam sambutannya, Herry menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus menjadi energi penggerak bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun sinergi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan roda organisasi.
“Kita harus saling bekerja sama, memegang teguh amanah yang telah diucapkan, dan konsisten menjalankan roda organisasi. Target-target yang sudah dicanangkan harus segera kita wujudkan,” tegasnya.
Menurut Herry, UM Bandung tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah mahasiswa baru, tetapi juga terus memperkuat kualitas akademik melalui peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan budaya mutu di seluruh unit kerja.
Ia menilai perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan cepat menghadapi perubahan di era disrupsi. Karena itu, UM Bandung akan terus mengembangkan strategi inovatif dalam pengelolaan kampus, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan efektivitas promosi untuk menarik calon mahasiswa.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung, Dadang Kahmad, berharap jajaran wakil rektor yang baru mampu mempercepat langkah kampus menjadi perguruan tinggi unggul, sejajar dengan perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah berkembang lebih dahulu.
Menurutnya, jabatan wakil rektor bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, organisasi, dan keagamaan.
“Amanah ini tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, jalankan tugas dengan penuh integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab,” pesannya.
Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sebelumnya atas kontribusi dalam membangun UM Bandung. Ia optimistis kepemimpinan baru akan menjadi mitra strategis rektor dalam mewujudkan visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Achmad Nurmandi, mendorong UM Bandung untuk mempercepat pencapaian akreditasi unggul. Menurutnya, target tersebut realistis sekaligus strategis karena hingga kini belum ada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Jawa Barat yang menyandang predikat unggul.
Achmad menjelaskan, pencapaian tersebut perlu didukung melalui peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul, penguatan kerja sama nasional maupun internasional, peningkatan reputasi akademik, inovasi, jumlah mahasiswa asing, serta kualitas sumber daya manusia.
“Bangun reputasi kampus dengan kualitas, keahlian, dan mutu yang baik. Kalau reputasi sudah tinggi, maka peluang akan datang. Reputasi itu dibangun mulai dari kualitas dosen hingga kualitas institusi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan melalui peningkatan kompetensi akademik, produktivitas publikasi ilmiah, penguasaan kurikulum Outcome Based Education (OBE), serta pemahaman terhadap instrumen akreditasi.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen, kepala lembaga, kepala bagian, serta jajaran sivitas akademika UM Bandung. (FA/FK)

