MADIUN, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT). Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial berhasil menembus empat besar Top 10 Finalis Astra Honda SDGs Future Leaders (SFL) 2026 untuk regional Jawa Timur–Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui gagasan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan.
Tim UMJT yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) tersebut terdiri atas Mohammad Rizqy Al-Farel sebagai ketua, serta Juniyah Firahmatika dan Amelia Nur Khoniawati sebagai anggota. Ketiganya merupakan mahasiswa semester 2 dan 4 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.
Astra Honda SDGs Future Leaders merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan Yayasan Astra Motor dengan melibatkan mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan mencetak generasi muda yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan memperluas jejaring peserta.
Dalam kompetisi tersebut, tim UMJT mengusung proyek bertajuk RESTART: Reintegrasi Sosial Melalui Transformasi UMKM Warga Binaan BAPAS Madiun.
Ketua tim, Mohammad Rizqy Al-Farel, menjelaskan bahwa proyek tersebut berfokus pada upaya membantu warga binaan menjalani proses reintegrasi sosial melalui penguatan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Project RESTART memiliki tujuan jangka panjang berupa keberhasilan warga binaan dalam melakukan reintegrasi sosial dengan menggunakan program ekonomi sebagai pintu masuk,” ujar Farel, Rabu (1/7).
Menurutnya, program tersebut dibangun melalui kolaborasi tiga pihak yang memiliki peran berbeda dalam proses pemberdayaan.
“Tiga aktor yang terlibat adalah Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Madiun sebagai representasi negara, UMJT sebagai unsur masyarakat sipil, dan Astra Motor mewakili sektor swasta,” jelasnya.
Farel menilai, mantan warga binaan tetap memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk berkontribusi dalam pembangunan meski pernah menjalani hukuman pidana.
“Sebagaimana slogan SDGs, No One Left Behind atau tidak ada satu pun yang tertinggal di belakang. Mereka tetap memiliki hak untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan,” katanya.
Berkat inovasi tersebut, tim UMJT yang dibimbing Dr. Wariyatun berhasil meraih peringkat keempat dalam Top 10 Finalis Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 regional Jawa Timur–NTT.
Dr. Wariyatun mengapresiasi capaian mahasiswanya dan berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
“Diharapkan pada masa mendatang tim UM Jatim mampu menembus tiga besar regional Jawa Timur–NTT sehingga dapat melaju ke seleksi tingkat nasional,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMJT tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan inovatif yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. (PJ)
