31.4 C
Jakarta

Milad ke-24 Lazismu: Integrasi Perkuat Dampak Pemberdayaan Mustahik

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola dan pemberdayaan masyarakat melalui tema “Integrasi Menguatkan Dampak” pada resepsi Milad ke-24 yang digelar di Aula Lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

 

Tema tersebut menjadi penegasan arah transformasi Lazismu untuk memperkuat kolaborasi, integrasi sistem, serta memperluas manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik hingga mampu bertransformasi menjadi muzaki.

 

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan bahwa peringatan milad menjadi momentum refleksi atas perjalanan Lazismu selama 24 tahun dalam melayani umat. Menurutnya, tema “Integrasi Menguatkan Dampak” lahir dari semangat transformasi yang dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Lazismu 2025 di Kalimantan Selatan.

 

“Kita melihat kembali rencana strategis yang di dalamnya ada spirit untuk melakukan transformasi yang terintegrasi dan berdampak,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, integrasi tidak hanya dimaknai sebagai penyatuan sistem organisasi, tetapi juga penguatan tata kelola kelembagaan, pengelolaan data, serta kolaborasi lintas pihak agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Menurut Mujadid, ukuran keberhasilan Lazismu bukan sekadar banyaknya program yang dijalankan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

“Integrasi antara sistem tersebut harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa kita bantu untuk memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Lazismu harus mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan persoalan yang mereka hadapi, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan dan kebutuhannya.

 

“Integrasi harus menjadi landasan agar seluruh potensi yang dimiliki Lazismu bergerak dalam satu kerangka yang terarah dan menghasilkan dampak yang lebih luas. Lazismu harus hadir menyelami dan memahami apa yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

 

Mujadid menilai, transformasi pemberdayaan yang dilakukan Lazismu bertujuan menciptakan perubahan nyata, yakni mengangkat mustahik menjadi pribadi yang mandiri dan sejahtera hingga mampu menjadi muzaki.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Lazismu menitikberatkan pada dua indikator utama, yakni penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan dampak program.

 

“Ikhtiar ini perlu duduk bersama untuk mengukur capaian yang diperoleh sehingga mustahik bisa menjadi muzaki. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas mustahik juga penting karena fokus utamanya adalah manusia,” tegasnya.

 

Selain itu, Lazismu juga berkomitmen membangun sistem evaluasi yang mampu mengukur efektivitas setiap program. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi umpan balik bagi para mitra sehingga kolaborasi dapat terus diperkuat dan manfaat program semakin luas.

 

Melalui semangat “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu berharap mampu mempertemukan seluruh potensi, memperkuat sinergi antarmitra, serta menghadirkan program pemberdayaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!