34 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Kampanyekan GERMAS di Ponpes Imam Syuhodo

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Polokarto, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya hidup sehat sejak usia remaja melalui edukasi promotif dan preventif.

 

Kampanye yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) tersebut merupakan kolaborasi antara mahasiswa UMS dan Puskesmas Polokarto. Puluhan siswa kelas XI dan XII, guru, tenaga kependidikan, serta tim kesehatan mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto.

 

Ketua kegiatan, Rajwa Majid Salatin, mengatakan edukasi kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang sehat dan produktif.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini melalui pendekatan promotif dan preventif,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

 

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya aktivitas fisik, konsumsi gizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

 

Tim kesehatan menyampaikan materi melalui presentasi interaktif, video edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para siswa juga diajak mengevaluasi kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola sarapan, konsumsi minuman manis, hingga durasi penggunaan gawai yang dapat memengaruhi kesehatan.

 

Edukasi Pencegahan Skoliosis

 

Selain mengampanyekan GERMAS, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS memberikan edukasi mengenai pencegahan skoliosis pada remaja.

 

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan skoliosis, faktor risiko, tanda dan gejala awal, pentingnya deteksi dini, hingga cara mencegah kelainan tulang belakang melalui penerapan postur tubuh yang benar.

 

Mahasiswa juga memperagakan Adam’s Forward Bend Test, metode sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan bentuk tulang belakang sejak dini.

 

Tak hanya itu, siswa diajak mempraktikkan berbagai latihan sederhana seperti peregangan otot punggung, latihan penguatan otot inti (core stability), serta teknik duduk dan berdiri dengan postur yang benar.

 

Rajwa mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat mengaplikasikan kompetensi fisioterapi secara langsung di tengah masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini kami semua belajar bahwa peran fisioterapis tidak hanya berada di rumah sakit atau klinik, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif di masyarakat. Edukasi kesehatan yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak usia remaja,” katanya.

 

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan terus berlanjut sehingga budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan pendidikan.

 

Sekolah Dinilai Strategis Tanamkan Budaya Sehat

 

Dokter Puskesmas Polokarto, dr. Aji Nugroho, menilai sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat karena sebagian besar waktu remaja dihabiskan di lingkungan pendidikan.

 

“Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya hidup sehat. Melalui Kampanye GERMAS ini kami berharap peserta didik tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Apabila perilaku hidup sehat sudah diterapkan sejak usia remaja, maka akan terbentuk generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” ujarnya.

 

Menurutnya, meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas menuntut pendekatan promotif melalui edukasi sejak usia sekolah.

 

Senada dengan itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Suparmi, menegaskan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat.

 

“Remaja merupakan kelompok usia yang sangat penting untuk mendapatkan edukasi kesehatan karena pada masa inilah kebiasaan hidup seseorang mulai terbentuk. Melalui Kampanye GERMAS, kami berharap para siswa memahami bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit,” tuturnya.

 

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo. Ia berharap materi yang diterima siswa tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari yang membentuk karakter peserta didik.

 

Melalui kampanye GERMAS dan edukasi pencegahan skoliosis, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS berharap para pelajar mampu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, menjaga postur tubuh sejak dini, serta menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih sehat, aktif, dan produktif. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!