28.6 C
Jakarta

Lazismu Salurkan Rp641 Miliar, Jangkau Jutaan Mustahik

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Memasuki usia ke-24 tahun, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola filantropi Islam melalui tema “Integrasi Menguatkan Dampak”. Mengusung semangat menggerakkan potensi amil dan memperluas manfaat bagi mustahik, Lazismu terus mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan di berbagai sektor.

 

Sejak berdiri pada 2002, Lazismu berkembang menjadi jaringan filantropi Islam nasional yang menjalankan program berbasis enam pilar, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah, kemanusiaan, serta lingkungan.

 

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan tema Milad ke-24 merupakan implementasi Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional Lazismu 2026 di Kalimantan Selatan.

 

Menurutnya, integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

“Integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Perkuat Kemandirian Mustahik

 

Pada sektor ekonomi, Lazismu terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan, seperti TelurMu, Ternak Mandiri, Tani Bangkit, Ketahanan Pangan, Keuangan Mikro, Kampung Berkemajuan, pemberdayaan UMKM, hingga pelatihan ecoprint bagi penyandang disabilitas.

 

Sepanjang 2025, program-program tersebut telah memberikan pendampingan, penguatan kapasitas, dan peningkatan kemandirian ekonomi kepada 37.360 penerima manfaat.

 

Sementara pada bidang pendidikan, Lazismu menyalurkan berbagai beasiswa, mulai Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari, hingga Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP). Selain itu, tersedia pula program Save Our School, Peduli Guru, Tablet untuk Pelajar, dan Lazismu Goes to Campus.

 

Selama 2025, program pendidikan Lazismu telah menjangkau 205.630 penerima manfaat.

 

Di sektor kesehatan, Lazismu menghadirkan layanan Ambulans Gratis, Klinik Apung Said Tuhuleley, Rumah Singgah Pasien, serta program sanitasi masyarakat. Lembaga ini juga aktif mendukung program nasional penanggulangan tuberkulosis (TBC), pencegahan stunting, dan peningkatan gizi masyarakat.

 

Berbagai layanan kesehatan tersebut telah dirasakan oleh 32.361 penerima manfaat.

 

Adapun pada pilar sosial dan dakwah, Lazismu mencatat capaian terbesar dengan 1.952.422 penerima manfaat melalui program pemberdayaan mualaf, pendampingan penyandang disabilitas, pelayanan lansia, kurban ketahanan pangan, hingga aksi kemanusiaan.

 

Di bidang lingkungan, Lazismu mengembangkan program Pelihara Daratmu, Sayangi Lautmu, dan Tanam Pohon yang telah memberikan manfaat kepada 45.550 penerima manfaat di berbagai daerah.

 

Penghimpunan Lampaui Target

 

Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengungkapkan sepanjang 2025 Lazismu berhasil menghimpun dana nasional sebesar Rp792,96 miliar, melampaui target Rp519,78 miliar atau mencapai 153 persen dari target yang ditetapkan.

 

Sementara itu, realisasi penyaluran dana mencapai Rp641,32 miliar, atau sekitar 81 persen dari total dana yang berhasil dihimpun.

 

“Komitmen kami adalah memastikan setiap amanah yang dititipkan para muzaki dan donatur disalurkan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Barry.

 

Secara historis, penghimpunan dan penyaluran Lazismu juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada 2023, penghimpunan mencapai Rp508,01 miliar dengan penyaluran Rp457,61 miliar. Angka tersebut meningkat pada 2024 menjadi Rp532,24 miliar untuk penghimpunan dan Rp519,60 miliar untuk penyaluran.

 

Raih Akreditasi A dan Opini WTP

 

Komitmen Lazismu terhadap tata kelola yang profesional juga dibuktikan melalui Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang diraih secara berturut-turut sejak 2019 hingga 2024.

 

Di bidang akuntabilitas keuangan, Lazismu juga konsisten memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik atas laporan keuangannya selama enam tahun berturut-turut.

 

Selain itu, Lazismu berhasil meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya IMZ Award, BAZNAS Award, Forum Zakat Award, Indonesia Fundraising Award, SDGs Award Bappenas, SNI Award, Muslim Choice Award, Rekor MURI, hingga SDGs Action Award.

 

Puncak peringatan Milad ke-24 Lazismu digelar pada Rabu (29/7/2026) di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Kegiatan dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kementerian Agama RI, mitra dunia usaha, media, para muzaki, serta mitra strategis.

 

Momentum tersebut juga diisi dengan amanat Milad dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, peluncuran kolaborasi kemitraan pemberdayaan masyarakat, bedah buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan, serta pertandingan persahabatan mini soccer antarlembaga zakat.

 

Melalui Milad ke-24, Lazismu menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat integrasi tata kelola, mengoptimalkan potensi amil, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan program pemberdayaan yang inovatif, berkelanjutan, serta semakin berdampak bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!