SOLO, MENARA62.COM – Pengajian Spesial Hari Bermuhammadiyah Kota Surakarta tidak hanya menjadi ruang memperkuat pemahaman keislaman dan semangat bermuhammadiyah. Ribuan jamaah yang hadir di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dari RS PKU Sampangan.
Pengajian tersebut digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Ahad (30/8/2026). Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH Tafsir, M.Ag., menjadi pembicara dalam kegiatan yang diikuti warga Muhammadiyah dan anggota organisasi otonom (Ortom).
Layanan pemeriksaan kesehatan dari RS PKU Sampangan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Jamaah berkesempatan memanfaatkan layanan tersebut di sela mengikuti pengajian.
Direktur RS PKU Sampangan, dr. Desi Ekawati, MARS, mengatakan kegiatan Hari Bermuhammadiyah memberikan kesan mendalam karena tidak hanya menghadirkan siraman rohani, tetapi juga mempertemukan warga persyarikatan dalam suasana kebersamaan.
“Pengajian Hari Bermuhammadiyah hari ini sangat berkesan dan memberikan siraman ruhani bagi kita semua,” ujar Desi.
Menurut Desi, materi yang disampaikan KH Tafsir mengingatkan kembali esensi warga dalam bermuhammadiyah, terutama mengenai keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta pentingnya memperkuat Kepribadian Muhammadiyah.
Perjuangan Muhammadiyah Bukan Proses Instan
Dalam pengajian tersebut, KH Tafsir menekankan bahwa perjalanan Muhammadiyah tidak dibangun melalui proses yang instan.
Perjuangan dalam persyarikatan, kata Desi, merupakan ikhtiar yang terus dilakukan secara konsisten untuk mencapai kemajuan.
Pesan tersebut dinilai relevan bagi seluruh elemen Muhammadiyah, termasuk mereka yang bekerja di amal usaha Muhammadiyah (AUM).
“Beliau menegaskan bahwa perjuangan di Muhammadiyah bukanlah sebuah proses yang instan. Perjuangan ini adalah ikhtiar yang terus berproses secara konsisten menuju kemajuan,” kata Desi.
Untuk menjaga konsistensi tersebut, warga Muhammadiyah perlu memiliki sikap lapang dada dan berpandangan luas, sekaligus tetap teguh memegang prinsip ajaran Islam.
Pesan lain yang dinilai penting adalah cara menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Menurut Desi, KH Tafsir mengingatkan agar dakwah dan upaya memperbaiki keadaan dilakukan dengan cara yang ma’ruf, santun, dan bijaksana.
Bagi jajaran RS PKU Sampangan, pesan tersebut menjadi pengingat dalam menjalankan amanah mengelola AUM di bidang kesehatan.
“Pesan-pesan teduh inilah yang menjadi modal sekaligus bahan bakar utama bagi kami di jajaran direksi dan seluruh warga persyarikatan untuk terus bersemangat, ikhlas, dan profesional dalam mengelola serta memajukan Amal Usaha Muhammadiyah,” tutur Desi.
Pengajian dan Kepedulian Kesehatan
Kehadiran RS PKU Sampangan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas persyarikatan tidak hanya berlangsung dalam ruang dakwah. Aspek kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemanfaatan.
Layanan pemeriksaan kesehatan diberikan kepada jamaah yang mengikuti pengajian. Kehadiran tenaga kesehatan sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas ibadah, keluarga, pekerjaan, dan pengabdian sosial.
Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kota Surakarta pun menjadi ruang pertemuan berbagai unsur persyarikatan. Selain warga Muhammadiyah, kegiatan tersebut dihadiri anggota Ortom, antara lain Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah, dan Aisyiyah.
Bagi Desi, semangat yang dibawa dari pengajian tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian dapat diterjemahkan dalam kerja nyata, termasuk melalui pengelolaan AUM yang profesional, ikhlas, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Dengan demikian, Hari Bermuhammadiyah tidak berhenti sebagai agenda pengajian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat spiritualitas, persaudaraan, pelayanan, dan komitmen warga Muhammadiyah untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

