29 C
Jakarta

Dosen UMS Bantu KWT Kopen SAE Tingkatkan Panen Hidroponik

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kopen SAE mengembangkan budidaya sayur hidroponik di Kampung Kopen, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

 

Program pengabdian masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi hijau berbasis pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di tingkat kampung.

 

Program bertajuk “Penguatan Ekonomi Hijau Kelompok Wanita Tani Kopen Sae melalui Inovasi Produksi dan Pemasaran Sayur Hidroponik di Desa Ngadirejo, Kartasura” itu diketuai Dr. Masduki, M.Si. Kegiatan didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.

 

Pelaksanaan program berlangsung sejak Mei hingga September 2026.

 

Di lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, kini berdiri instalasi hidroponik yang dipenuhi tanaman selada hijau. Tim dosen UMS bersama anggota KWT Kopen SAE terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen.

 

Panen Selada Capai 69 Kilogram

 

Ketua tim pengabdian, Dr. Masduki, M.Si., mengatakan hidroponik dipilih karena sesuai dengan kondisi lahan di kawasan Kopen yang relatif terbatas. Meski demikian, metode tersebut mampu menghasilkan sayuran berkualitas dengan masa panen relatif singkat.

 

“Hidroponik juga selaras dengan semangat ekonomi hijau karena meminimalkan penggunaan pestisida kimia dan lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan pertanian konvensional,” ujar Masduki, Senin (31/8/2026).

 

Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif. Pada panen pertama yang berlangsung Juli 2026, KWT Kopen SAE berhasil menghasilkan 68 kilogram selada dengan nilai penjualan mencapai Rp911.000.

 

Hasil tersebut meningkat pada panen kedua pada Agustus 2026. Kelompok berhasil memanen 69 kilogram selada dengan nilai penjualan Rp873.000.

 

Meski volume panen meningkat, nilai penjualan pada panen kedua lebih rendah. Masduki menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena harga jual diberikan diskon sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

 

Peningkatan hasil panen menjadi salah satu indikator keberhasilan transfer pengetahuan dari tim dosen kepada anggota KWT. Para anggota kini semakin terampil dalam mengelola tanaman, mulai dari pengaturan nutrisi, perawatan hingga penanganan pascapanen.

 

Perempuan Kopen Didorong Mandiri secara Ekonomi

 

Antusiasme anggota KWT Kopen SAE menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari penyemaian benih, pindah tanam, perawatan harian, pengemasan hasil panen hingga sterilisasi instalasi setelah panen.

 

Keterlibatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat modal sosial kelompok untuk menjaga keberlanjutan usaha hidroponik.

 

Instalasi hidroponik yang dibangun di Kampung Kopen juga diharapkan tidak sekadar menjadi sumber pangan sehat bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi para anggota KWT.

 

Selama program berlangsung, anggota kelompok juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Hasil panen diharapkan dapat dipasarkan lebih luas melalui warung dan pasar tradisional di sekitar Kartasura maupun platform digital.

 

“Dengan capaian hasil panen dan penjualan yang terus meningkat, program ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga dan komunitas,” tutur Masduki.

 

Ke depan, tim dosen UMS berharap kolaborasi dengan KWT Kopen SAE dapat terus dikembangkan. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain memperluas skala usaha, melakukan diversifikasi jenis sayuran hidroponik, serta memperkuat kelembagaan kelompok.

 

Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan membuka akses KWT terhadap berbagai program kemitraan dan pengembangan usaha. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap pemberdayaan ekonomi warga. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!