SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 125 calon wisudawan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bersiap meninggalkan bangku kuliah dengan membawa bekal prestasi, pengalaman internasional, dan pesan pengabdian. Dari ratusan lulusan tersebut, calon wisudawan dengan IPK tertinggi mencapai 3,85.
Para calon lulusan Program Studi Sarjana dan Alih Jenjang itu dilepas dalam Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Ruang Seminar Lantai 5 Fakultas Psikologi, Kampus 2 UMS, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan laporan pendidikan FIK UMS, rata-rata IPK calon wisudawan mencapai 3,49. Sejumlah mahasiswa juga menorehkan prestasi di bidang akademik, non-akademik, hingga forum internasional selama menempuh pendidikan.
Dekan FIK UMS Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., mengatakan penyelesaian studi dalam waktu sekitar empat tahun menjadi bagian dari capaian mahasiswa dalam menuntaskan pendidikan. Ia mengapresiasi mahasiswa sekaligus orang tua yang telah mempercayakan pendidikan kepada FIK UMS.
Namun, menurut Umi, gelar akademik bukan satu-satunya bekal yang harus dibawa lulusan ketika memasuki dunia profesi.
“Keilmuan itu tidak cukup tanpa dibalut adanya norma, etika, unsur-unsur yang nanti akan membuat karakter itu menjadi kuat,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan FIK UMS agar lulusan tidak hanya menguasai kompetensi kesehatan, tetapi juga mampu menjalankan profesi dengan karakter dan etika.
IPK 3,85 hingga Prestasi Internasional
Dalam laporan pendidikan yang disampaikan Wakil Dekan I FIK UMS Vinami Yulian, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., sejumlah nama tercatat menonjol dalam periode yudisium kali ini.
Muhammad Nabil Miqdam dari Program Studi Ilmu Gizi menjadi calon wisudawan dengan IPK tertinggi di tingkat fakultas, yakni 3,85, dengan masa studi empat tahun.
Sementara itu, Raudhatun Nufus dari Program Studi Ilmu Keperawatan tercatat sebagai calon wisudawan termuda. Saat kegiatan berlangsung, usianya baru 20 tahun 10 bulan 25 hari.
Prestasi mahasiswa FIK UMS juga menembus panggung internasional. Maitsa Aura Annabila dari Program Studi Fisioterapi berhasil meraih Gold Medal dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) di SEGi University, Malaysia.
Maitsa juga mengikuti sejumlah kegiatan internasional, termasuk Academic and Cultural Exchange di Khon Kaen University, Thailand.
Tidak hanya mahasiswa Indonesia, FIK UMS pada periode ini juga melepas Asem Abdullah Ahmed Abdo, mahasiswa Program Studi Fisioterapi asal Yaman, sebagai calon wisudawan internasional.
Semua Prodi Raih Akreditasi Unggul
Di tengah pelepasan calon lulusan, FIK UMS juga membawa capaian kelembagaan. Umi menyampaikan seluruh program studi di FIK UMS telah memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.
Dari sembilan program studi yang ada, tujuh di antaranya telah memperoleh akreditasi internasional. Capaian tersebut menjadi bagian dari pengembangan mutu pendidikan FIK UMS secara berkelanjutan.
Umi pun meminta para calon lulusan tidak berhenti mengembangkan kapasitas setelah memperoleh gelar akademik. Perubahan dunia kerja dan perkembangan ilmu kesehatan menuntut lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Mengembangkan diri itu hukumnya wajib,” ujarnya.
Menurut Umi, lulusan FIK UMS perlu berani memanfaatkan peluang pendidikan dan karier, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bekal tersebut diharapkan membuat keberadaan mereka memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, umat, dan negara.
Dari Kampus untuk Pengabdian
Setelah prosesi yudisium, calon wisudawan diserahkan secara simbolis dari Dekan FIK UMS kepada Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.
Langkah tersebut menjadi penanda bahwa hubungan mahasiswa dengan almamater tidak berhenti setelah wisuda. Para lulusan diharapkan tetap terhubung melalui ikatan alumni sekaligus berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa generasi berikutnya.
Mewakili calon wisudawan, Muhammad Nabil Miqdam menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan civitas akademika FIK UMS atas ilmu, bimbingan, dan keteladanan yang diberikan selama masa studi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang mendukung perjalanan pendidikan para calon wisudawan.
“Gelar yang kami sandang hari ini sesungguhnya adalah gelar kalian juga,” ungkap Nabil.
Sementara itu, perwakilan orang tua calon wisudawan, Marwoto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada UMS, pimpinan fakultas, dan para dosen yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Ia berharap para lulusan tidak sekadar membawa gelar, tetapi mampu mengabdikan ilmu kesehatan yang diperoleh selama di UMS kepada masyarakat serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kini, 125 calon wisudawan FIK UMS berada di ambang perjalanan baru. Dari ruang kelas dan laboratorium, bekal keilmuan, prestasi, serta nilai yang diperoleh selama kuliah akan dibawa menuju ruang pengabdian yang lebih luas. (*)
