SOLO, MENARA62.COM – Kelulusan bukan garis akhir. Pesan itu mengemuka dalam pelepasan 270 calon wisudawan dan wisudawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Para calon lulusan didorong tidak berhenti setelah meraih gelar, tetapi terus berkarya, belajar, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam Pelepasan Calon Wisudawan-Wisudawati FEB UMS Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Rabu (23/9/2026).
Sebanyak 270 calon wisudawan mengikuti pelepasan tersebut. Mereka terdiri atas 150 laki-laki dan 120 perempuan.
Para calon lulusan berasal dari sejumlah program studi, yakni Manajemen Double Degree 14 orang, Manajemen 71 orang, Akuntansi 105 orang, Ekonomi Pembangunan 67 orang, Magister Manajemen 12 orang, dan Magister Akuntansi satu orang.
Dari jumlah tersebut, FEB UMS juga memberikan apresiasi kepada 47 calon wisudawan yang meraih predikat cumlaude. Mereka terdiri atas empat lulusan Manajemen Double Degree, tujuh Manajemen, 23 Akuntansi, tiga Ekonomi Pembangunan, dan 10 Magister Manajemen.
Wakil Dekan I FEB UMS Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., mengatakan kelulusan merupakan pintu masuk menuju lingkungan baru dengan tantangan yang berbeda. Karena itu, pencapaian akademik yang telah diraih perlu dijaga sekaligus dijadikan bekal untuk perjalanan berikutnya.
“Cumlaude, perolehan IPK, ini tidak hanya sebuah angka dan huruf IPK, tapi penghargaan akademik yang harus teman-teman jaga,” tuturnya.
Aflit juga mengingatkan calon alumni agar tidak melupakan peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka.
Menurutnya, doa orang tua menjadi salah satu kekuatan penting ketika lulusan menghadapi berbagai tantangan setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi.
“Doa orang tua merupakan pegangan, senjata yang paling kuat untuk menghadapi dunia sekolah, perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga mendorong para lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar. Lulusan sarjana dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, sedangkan lulusan magister dapat meneruskan studi doktoral.
Jangan Berhenti Bergerak
Dekan FEB UMS Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., turut memberikan pesan kepada para calon lulusan. Ia mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan pentingnya menjadikan kebermanfaatan sebagai prinsip dalam menjalani kehidupan.
“Yang pertama kali saya ucapkan selamat. Pesan saya satu, jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Ini kuncinya penting,” katanya.
Muzakar mengingatkan para calon alumni untuk tidak mudah berkecil hati menghadapi kondisi apa pun. Ia mengutip prinsip inna ma’al ‘usri yusro sebagai pengingat bahwa kesulitan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.
Ia juga menekankan pentingnya terus bergerak setelah menyelesaikan satu tahapan.
Mengutip prinsip fa idza faraghta fanshab, Muzakar mendorong calon alumni segera beralih pada pekerjaan atau aktivitas berikutnya setelah menuntaskan satu urusan.
“Jangan pernah menganggur, jangan pernah berhenti aktivitas. Istilah istirahatnya seorang hebat itu adalah berhenti dari kegiatan satu ke kegiatan yang lain,” jelasnya.
Menurut dia, semakin banyak aktivitas positif yang dilakukan, semakin banyak pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Namun, aktivitas dan kebaikan tersebut perlu dijalankan dengan ikhlas, tanpa menjadikan balasan dari orang lain sebagai tujuan utama.
Alumni: Karier Tak Selalu Linear
Pelepasan calon wisudawan juga menghadirkan alumni FEB UMS, Dr. Mohammad Rofiuddin, S.E., M.Si., sebagai pembicara. Alumni Program Studi Ekonomi Pembangunan UMS yang kini menjadi dosen FEB UIN Salatiga itu mengangkat tema “Awali Karier Sekarang, Tangguh Berpikir atau Berpikir Tangguh.”
Rofiuddin mengatakan kelulusan justru membuka berbagai kemungkinan perjalanan karier. Menurutnya, setidaknya terdapat tiga jalur yang dapat dipilih lulusan, yakni karier profesional, kewirausahaan, dan akademik.
Ketiga jalur tersebut, kata dia, dapat dipilih salah satu maupun dikombinasikan sesuai kesempatan dan kemampuan masing-masing.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir untuk terus bergerak setelah lulus. Perjalanan karier, menurutnya, tidak selalu berlangsung lurus sesuai rencana.
Pengalamannya menekuni dunia profesional, kewirausahaan, dan akademik menjadi salah satu gambaran bahwa seseorang dapat berpindah jalur sekaligus terus berkembang.
Karena itu, kegagalan dalam satu proses tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
“Yang terpenting adalah konsistensi, terus keberanian, dan juga integritas. Itu penting sekali. Integritas itu sangat penting,” katanya.
Selain itu, calon alumni diminta terus mengembangkan keahlian, membangun karakter, dan memperluas jaringan. Bekal tersebut semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Dari Kampus Menuju Tantangan Baru
Sementara itu, perwakilan calon wisudawan terbaik, Arief Surya Adhi, mengungkapkan rasa syukur setelah melewati perjalanan akademik sekitar empat tahun.
Berbagai tugas, ujian, hingga penyelesaian tugas akhir, menurut Arief, menjadi bagian dari proses yang membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah lulus.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah memberikan ilmu, bimbingan, perhatian, dan motivasi selama masa studi. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh civitas akademika UMS yang telah menciptakan lingkungan pembelajaran bagi mahasiswa untuk berkembang.
Arief mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap kelulusan sebagai akhir perjalanan.
“Ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar lagi. Dunia di luar sana penuh dengan tantangan yang menanti kita semuanya,” tuturnya.
Ia mengajak para calon alumni menjaga semangat belajar, optimisme, integritas, dan komitmen untuk terus berkembang.
Tak kalah penting, para lulusan diminta menjaga nama baik almamater dan membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS ke tengah masyarakat.
“Semoga kita bisa menjadi bagian dari perubahan itu, memberikan kontribusi yang nyata, serta bersama menjadikan dunia lebih baik lagi,” pungkas Arief. (*)

