29.2 C
Jakarta

Kajian Tafsir Muhammadiyah Kota Bengawan Bahas Misteri Dunia Gaib

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Kajian Tafsir Al-Qur’an Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan mengangkat tema dunia gaib, jin, setan, serta sikap manusia dalam menghadapi berbagai fenomena supranatural. Kajian berlangsung di Masjid Nurul Firdaus, Joyosuran, Selasa (22/9/2026).

 

Kajian menghadirkan Ustaz H Abdul Mutolib dari Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta sebagai pemateri.

 

Dalam pemaparannya, Abdul Mutolib menjelaskan bahwa jin dan setan merupakan makhluk ciptaan Allah yang keberadaannya menjadi bagian dari ujian bagi manusia. Karena itu, keberadaan gangguan dan godaan tidak semestinya membuat manusia kehilangan pegangan dalam menjalani kehidupan.

 

Ia menekankan bahwa pengetahuan manusia mengenai alam gaib memiliki batas. Berbagai hal yang berkaitan dengan jin, roh, maupun kehidupan setelah kematian tidak dapat diketahui secara rinci hanya berdasarkan dugaan atau cerita yang berkembang di masyarakat.

 

Pemahaman mengenai perkara gaib, menurutnya, perlu dikembalikan kepada keterangan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Bahas Kesurupan hingga Perdukunan

 

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah fenomena kesurupan. Abdul Mutolib menjelaskan bahwa fenomena tersebut perlu disikapi secara hati-hati karena tidak setiap kejadian yang dianggap kesurupan dapat langsung disimpulkan sebagai gangguan jin.

 

Faktor psikologis maupun kondisi tertentu pada seseorang juga perlu diperhatikan. Karena itu, diperlukan sikap bijak dalam memahami fenomena tersebut dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebabnya.

 

Kajian juga membahas perbedaan antara sulap sebagai hiburan dengan praktik perdukunan. Sulap pada dasarnya menggunakan trik atau teknik tertentu untuk menciptakan ilusi, sedangkan praktik perdukunan yang mengklaim memiliki kemampuan supranatural perlu diwaspadai apabila digunakan untuk menipu atau mengambil keuntungan dari masyarakat.

 

Abdul Mutolib mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap klaim seseorang yang mengaku mampu menguasai atau mengetahui perkara gaib tanpa dasar agama yang jelas.

 

Manusia Diminta Rendah Hati terhadap Perkara Gaib

 

Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan ruang, waktu, roh, hingga kehidupan setelah kematian. Dalam konteks ini, manusia diingatkan memiliki keterbatasan dalam memahami realitas yang berada di luar jangkauan indera dan kemampuan pengetahuan manusia.

 

Keterbatasan tersebut justru menjadi alasan penting bagi umat Islam untuk bersikap rendah hati dan tidak mengklaim mengetahui seluruh rahasia alam gaib.

 

Dalam perspektif keimanan, kehidupan manusia juga merupakan rangkaian ujian. Keberadaan godaan dan berbagai tantangan menjadi bagian dari proses pengujian iman sehingga manusia dituntut untuk tetap berpegang pada ajaran agama.

 

Pembahasan mengenai kematian turut menyinggung terpisahnya roh dari jasad serta kehidupan setelah kematian. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bukanlah satu-satunya fase keberadaan manusia.

 

Peserta Aktif Berdiskusi

 

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai persoalan mengenai jin, kesurupan, praktik supranatural, serta batas pengetahuan manusia terhadap alam gaib.

 

Diskusi berlangsung sebagai ruang untuk mempertemukan pemahaman keagamaan dengan berbagai fenomena yang kerap ditemui masyarakat.

 

Melalui kajian tersebut, peserta diajak untuk tidak mudah terpengaruh oleh cerita atau klaim tentang dunia gaib yang tidak memiliki dasar yang jelas.

 

Sikap tawakal, kehati-hatian, serta berpegang pada Al-Qur’an dan hadis menjadi pesan penting dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkara gaib.

 

Kajian Tafsir Al-Qur’an PCM Kota Bengawan pun tidak hanya menjadi forum pendalaman keislaman, tetapi juga ruang edukasi bagi jamaah agar mampu menyikapi fenomena supranatural secara proporsional dan tidak mudah menjadi korban penipuan berkedok kemampuan gaib. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!