SOLO, MENARA62.COM – Semangat mengenang Pahlawan Revolusi dipadukan dengan ajakan menjaga kesehatan dalam kegiatan Jalan Sehat dan GowesMu yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laweyan, Ahad (27/9/2026).
Kegiatan yang mengambil start dan finish di Graha 58 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu diikuti warga Muhammadiyah dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H.A. Dahlan Rais, M.Hum.
Dahlan Rais dalam sambutannya menekankan pentingnya Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang tidak berhenti pada aktivitas dakwah, tetapi juga aktif menjalankan prinsip amar makruf nahi mungkar serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurut dia, aktivitas olahraga seperti jalan sehat dan bersepeda juga memiliki relevansi dengan gerakan Muhammadiyah karena kesehatan jasmani menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan salah satu bidang yang diemban Dahlan Rais di PP Muhammadiyah, yakni pengembangan cabang-ranting dan pembinaan masjid. (Muhammadiyah)
“Gerakan Muhammadiyah harus terus bergerak. Tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam kehidupan sosial, kesehatan, dan berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian inti pesan Dahlan Rais dalam sambutannya.
Soroti Kemiskinan dan Ketidakadilan
Dalam kesempatan tersebut, Dahlan Rais juga menyoroti persoalan kemiskinan dan ketidakadilan yang masih dihadapi masyarakat.
Ia mengkritik kondisi ketika sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan ekonomi, sementara terdapat pemimpin yang hidup dalam kemewahan yang dalam pandangannya perlu dikritisi, terutama jika kemewahan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik korupsi.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya keberanian melawan korupsi dan berbagai bentuk ketidakbenaran yang dapat merusak kehidupan bangsa.
Pesan tersebut ditempatkan dalam kerangka amar makruf nahi mungkar, yakni mendorong kebaikan sekaligus mencegah berbagai tindakan yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan kepentingan masyarakat.
Kenang Pahlawan Revolusi
Selain membawa pesan kesehatan dan penguatan gerakan, Jalan Sehat dan GowesMu PCM Laweyan juga menjadi momentum untuk mengenang Pahlawan Revolusi yang menjadi korban dalam pergolakan politik 1965.
Kegiatan tersebut menjadikan ingatan sejarah sebagai salah satu bagian dari pesan kebangsaan yang disampaikan kepada peserta.
Pemerintah sendiri selama ini menjadikan penghormatan terhadap pahlawan sebagai bagian dari upaya merawat ingatan kolektif bangsa. Kementerian Sosial, misalnya, menempatkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan sebagai bagian penting dalam peringatan Hari Pahlawan.
Dalam sambutannya, Dahlan Rais juga menyampaikan pandangan mengenai perlunya mewaspadai apa yang ia sebut sebagai pengaruh dan kebangkitan kembali PKI serta komunisme.
Pandangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pesan organisasi mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ia menyerukan kesiapan warga Muhammadiyah, baik secara mental maupun fisik, untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Muhammadiyah Didorong Terus Berkontribusi
Dahlan Rais menekankan bahwa Muhammadiyah harus terus mengambil peran dalam kehidupan bangsa melalui dakwah, pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Dahlan juga menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan sosial-keagamaan dan bukan gerakan politik praktis.
Karena itu, semangat yang dibangun dalam kegiatan Jalan Sehat dan GowesMu PCM Laweyan diarahkan pada penguatan kebersamaan, kesehatan, dakwah, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Kegiatan di Graha 58 UMS tersebut ditutup dengan penguatan semangat kebersamaan warga Muhammadiyah. Yel-yel “Hidup Muhammadiyah” menggema sebagai simbol optimisme dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Bagi PCM Laweyan, Jalan Sehat dan GowesMu bukan sekadar aktivitas olahraga. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kesehatan, silaturahmi, dakwah, dan refleksi sejarah dalam satu momentum kebersamaan warga Muhammadiyah di Kota Solo. (*)


