SOLO, MENARA62.COM — Gaya hidup halal tak lagi sebatas urusan makanan dan minuman. Bagi generasi Z, konsep tersebut juga berkaitan dengan cara mengelola uang, memilih produk, menjaga kesehatan mental, hingga menentukan layanan keuangan yang digunakan sehari-hari.
Pemahaman itu menjadi fokus kegiatan “MES Surakarta & ASBISINDO Goes to School: Gaya Hidup Halal Gen-Z” yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta bersama ASBISINDO DPW Solo Raya di SMA Al-Islam 1 Surakarta, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal konsep gaya hidup halal sekaligus mengaitkannya dengan berbagai keputusan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Dewan Pembina MES Surakarta sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang bijak dan bertanggung jawab.
“Gaya hidup halal bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda. Banyak keputusan yang dibuat Gen-Z setiap hari, mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana mengelola uang, menjaga kesehatan mental, sampai bagaimana menggunakan teknologi, berkaitan dengan pilihan hidup yang baik dan bertanggung jawab,” kata Astrid.
Menurut dia, literasi mengenai gaya hidup halal perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar pelajar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara kritis dan bertanggung jawab.
Kegiatan diawali sambutan Kepala SMA Al-Islam 1 Surakarta Erwin Nugroho, S.Pd.I., Ketua Umum MES Surakarta Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D., dan Ketua ASBISINDO DPW Solo Raya Zen Assegaf.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas literasi ekonomi syariah dan gaya hidup halal di kalangan generasi muda, khususnya pelajar.
Bahas Produk hingga Perbankan Syariah
Edukasi dikemas dengan materi yang dekat dengan kehidupan siswa. Empat pemateri membahas aspek berbeda dari gaya hidup halal.
Dani Ilham Pratama dari Paragon Corp membawakan materi mengenai produk halal. Ia mengajak siswa lebih cermat dalam memilih produk yang digunakan sehari-hari, termasuk produk kosmetik.
Materi berikutnya mengenai perencanaan keuangan syariah disampaikan Salwaa Fauziyyah Jatmiko. Para siswa diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat.
Sementara itu, aspek kesehatan mental dan pencegahan bullying dibahas Dr. dr. Rohmaningtyas Hidayah Setyaningrum, Sp.KJ., M.Kes., dokter dari RS PKU Muhammadiyah Solo.
Dalam sesi tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai persoalan bullying di lingkungan sekolah serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Adapun materi perbankan syariah disampaikan H. Muhammad Ismail, S.E. dari Bank Syariah Indonesia Surakarta. Ia mengenalkan prinsip dan produk perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan generasi muda, termasuk tabungan pelajar dan investasi emas.
Diskusi berlangsung interaktif dengan panduan Zahra Noor Eriza, S.I.Kom., M.M. selaku moderator. Para siswa mendapat kesempatan untuk memahami isu gaya hidup halal dari berbagai sudut pandang yang dekat dengan keseharian mereka.
Melalui kegiatan tersebut, MES Surakarta dan ASBISINDO DPW Solo Raya berharap literasi ekonomi syariah di kalangan pelajar semakin berkembang. Generasi muda juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai gaya hidup halal secara lebih sadar serta bijak dalam mengambil keputusan sehari-hari. (*)

