33.8 C
Jakarta

ADAB: SOP Warisan Nabi SAW yang Harus Diamalkan

Baca Juga:

Oleh : Pujiono

Ketua FGM Kab Boyolali

 

BOYOLALI, MENARA62.COM – Di zaman ketika ilmu semakin mudah didapat, justru adab semakin sulit ditemukan. Banyak orang cerdas, tetapi kurang santun. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang menghormati. Fenomena ini menjadi renungan bagi kita semua, terutama para guru dan ustaz.

 

Rasulullah SAW tidak hanya mewariskan ilmu, tetapi juga SOP (Standar Operasional Perilaku) kehidupan yang penuh adab. Beliau mengajarkan bagaimana seorang muslim menjalani setiap aktivitas dengan tuntunan yang mulia.

 

Ada adab sebelum tidur, adab bangun tidur, adab masuk dan keluar rumah, adab makan dan minum, adab mandi, adab berpakaian, adab bersiwak, adab bertamu, adab bermajelis, adab berbicara, adab kepada orang tua, adab kepada guru, adab kepada tetangga, hingga adab ketika berinteraksi dengan sesama.

 

Semua itu bukan sekadar sunnah yang indah dipelajari, tetapi warisan Nabi SAW yang seharusnya menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mengapa hari ini banyak generasi yang kurang beradab? Tentu penyebabnya beragam. Namun, salah satu yang perlu kita renungkan adalah apakah kita sebagai guru, ustaz, dan orang tua sudah benar-benar menjadi teladan dalam mengamalkan adabadab tersebut?

 

Peserta didik belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi lebih banyak dari apa yang mereka lihat. Mereka meniru cara kita berbicara, menghormati orang lain, berpakaian, duduk di majelis, menyapa, tersenyum, hingga bagaimana kita memuliakan Al-Qur’an dan masjid.

 

Guru bukan sekadar pengajar mata pelajaran, tetapi pendidik akhlak. Ustaz bukan hanya menyampaikan dalil, tetapi juga menghadirkan contoh nyata dalam kehidupan. Ketika guru menjaga adab, murid akan belajar adab. Ketika guru menghidupkan sunnah, murid akan mencintai sunnah.

 

Sekolah Islam tidak cukup hanya unggul dalam akademik. Keunggulan sejatinya adalah ketika setiap sudut sekolah dipenuhi budaya adab. Salam menjadi kebiasaan, senyum menjadi karakter, sopan santun menjadi identitas, dan akhlak mulia menjadi kebanggaan.

 

Mari kita mulai dari diri sendiri. Hidupkan kembali SOP warisan Rasulullah SAW dalam setiap aktivitas. Jadilah guru yang menginspirasi melalui keteladanan, bukan sekadar nasihat.

 

Saatnya kita menjunjung tinggi adab. Karena ilmu tanpa adab kehilangan cahaya, sedangkan adab yang baik akan mengantarkan ilmu menjadi berkah.

 

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Ahmad)

 

Semoga Allah SWT menjadikan kita para pendidik yang mampu mewariskan ilmu sekaligus adab kepada generasi penerus, sehingga lahir generasi yang saleh, cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!