25.6 C
Jakarta

BPJS Kesehatan Defisit Rp 18,86 Triliun, Ini Beberapa Penyebabnya

Must read

MUI Tidak Bahas Masa Jabatan Presiden

JAKARTA, MENARA62.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membahas masa jabatan presiden. Jadi, tidak benar berita yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa...

Dengan Doa Menuju Husnul Khatimah

Manusia sebagai pemeran utama dalam kehidupan ini dituntut untuk ‎mampu memainkan perannya dengan baik sesuai petunjuk ‘Sang Sutradara’, ‎yakni Allah SWT, yang telah tertuang...

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

JAKARTA, MENARA62.COM– Defisit anggaran BPJS Kesehatan berlangsung terus menerus dalam 3 tahun pelaksanaan program JKN. Total defisit mencapai Rp 18,86 triliun dengan rincian tahun 2014 mencapai Rp 3,3 triliun, tahun 2015 tercatat Rp 5,7 triliun dan tahun 2016 tercatat Rp 9,79 triliun.

Asisten Deputi  Jaminan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) DR Ir Togap Simangunsong membeberkan beberapa penyebab defisit anggaran BPJS Kesehatan, diantaranya, pertama, nilai iuran yang dibebankan kepada peserta belum memenuhi nilai aktuaria/keekonomian. Dalam kondisi seperti ini, sepertinya pemerintah harus menaikkan iuran sesuai nilai keekonomian walau mendapatkan tantangan.

“Kedua besarnya utilisasi dana jaminan sosial yang tidak diikuti dengan kepatuhan pembayaran iuran,” katanya di sela diskusi publik bertema Defisit Dana JKN, Ancaman Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Keberlangsungan Program JKN, Rabu (26/04/2017).

Ketiga, masih rendahnya jumlah peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) khususnya BUMN. Solusinya, BPJS Kesehatan harus memastikan seluruh PPU baik BUMN maupun swasta terdaftar dalam program JKN paling lambat 31 Desember 2017, disertai sanksi kepada Pemberi Kerja apabila tidak dilaksanakan.

Keempat masih belum memadainya tarif jasa pelayanan yang diberikan kepada tenaga kesehatan khususnya dokter. Ini mutlak dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah juga harus sesegera mungkin menyusun kajian untuk mengeluarkan penyakit yang timbul akibat hobi/menyakiti diri sendiri yang dapat menimbulkan penyakit katastropik yang terbukti sangat membebani program JKN,” lanjutnya.

Togap mengingatkan peran dokter amat penting ditengah situasi defisit anggaran BPJS Kesehatan. Dimana pelayanan kesehatan diharapkan terlaksana secara terstruktur, dan berjenjang. Oleh karenanya membutuhkan peningkatan ketersediaan dan kapasitas dokter sebagai gate-keeper program JKN khususnya pada Faskes Tingkat Pratama.

Fungsi dokter sebagai gate-keeper ini diakui Togap sangat penting terutama bisa dikaitkan dengan upaya kendali biaya (utilisasi JKN). Dimana dengan kecakapan diagnosis dokter terhadap 144 jenis penyakit dapat menghindari adanya tindakan rujukan yang tidak perlu ke faske Tingkat Lanjutan. Sehingga ini bisa menekan biaya pengobatan.

“Dokter termasuk organisasi profesi sebagai salah satu stakeholder program JKN merupakan pihak yang harus senantiasa dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan demi keberlangsungan program JKN, termasuk didalamnya saat menentukan tarif jasa pelayanan, penentuan protokol layanan kesehatan dan hal-hal relevan lainnya,” tutup Togap.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

MUI Tidak Bahas Masa Jabatan Presiden

JAKARTA, MENARA62.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membahas masa jabatan presiden. Jadi, tidak benar berita yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa...

Dengan Doa Menuju Husnul Khatimah

Manusia sebagai pemeran utama dalam kehidupan ini dituntut untuk ‎mampu memainkan perannya dengan baik sesuai petunjuk ‘Sang Sutradara’, ‎yakni Allah SWT, yang telah tertuang...

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

Renovasi Rumah dan Sedekah Virtual, Ikhtiar Aswin Yanuar Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Jakarta, Menara62.com - Pengusaha muda bidang properti, Aswin Yanuar, benar-benar menggegerkan netizen Indonesia. Setelah viral berkat aksinya, mereview rumah yang dibangun perusahaannya dengan harga...