32.9 C
Jakarta

LHKP Muhammadiyah Salurkan Kurban untuk Warga Terdampak Konflik

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan 20 ekor kambing kurban kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak konflik sumber daya alam, konflik agraria, dan krisis ekologis di Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan solidaritas kemanusiaan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi tekanan terhadap ruang hidup dan lingkungan.

Distribusi hewan kurban dilakukan di beberapa daerah, yakni Pracimantoro, Wonogiri; Wadas, Purworejo; Pakel, Banyuwangi; Rempang, Kepulauan Riau; serta Sagea, Halmahera Tengah. Wilayah-wilayah tersebut selama ini menjadi perhatian publik karena menghadapi berbagai persoalan terkait tata kelola sumber daya alam, proyek pembangunan, aktivitas ekstraktif, dan dampak lingkungan.

Ketua LHKP PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa penyaluran kurban ini tidak hanya dimaknai sebagai ibadah Iduladha, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan sosial kepada masyarakat yang menghadapi persoalan keadilan ekologis.

“Iduladha mengajarkan makna pengorbanan, solidaritas, dan keberpihakan kepada mereka yang lemah dan mengalami ketidakadilan. Muhammadiyah ingin hadir membersamai masyarakat yang selama ini menghadapi tekanan akibat konflik agraria dan krisis ekologis,” ujarnya.

Menurut LHKP PP Muhammadiyah, persoalan konflik sumber daya alam tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum dan ekonomi, tetapi juga menyangkut kemanusiaan, keadilan sosial, serta keberlanjutan lingkungan.

Masyarakat terdampak sering kali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari hilangnya akses terhadap sumber penghidupan, kerentanan sosial, hingga ancaman terhadap keberlangsungan ruang hidup dan budaya komunitas.

Di Wadas, Purworejo, masyarakat menghadapi persoalan terkait rencana penambangan batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener. Sementara di Rempang, warga menghadapi tekanan relokasi akibat proyek pembangunan. Di Sagea, Halmahera Tengah, masyarakat juga menghadapi kekhawatiran terkait dampak industri tambang nikel terhadap kawasan karst dan sumber air.

Selain itu, masyarakat Pakel, Banyuwangi dan Pracimantoro, Wonogiri, juga terus menghadapi persoalan tata kelola sumber daya alam serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Dalam rangkaian program tersebut, Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah bersama tim turun langsung ke wilayah penerima manfaat di Jawa Tengah. Kunjungan dilakukan ke Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pada Jumat (29/5/2026), kemudian dilanjutkan ke Desa Wadas, Purworejo, pada Sabtu (30/5/2026).

Kehadiran langsung tersebut menjadi bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui advokasi kebijakan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung.

“Momentum Iduladha menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial, mempererat persaudaraan kemanusiaan, dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi tantangan dalam mempertahankan ruang hidupnya,” kata Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga penerima manfaat. Mereka menilai perhatian Muhammadiyah menjadi dukungan moral yang memperkuat semangat gotong royong di tengah berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, tim LHKP PP Muhammadiyah juga melihat berbagai ekspresi aspirasi warga yang masih terpampang di ruang publik, berupa poster, spanduk, mural, dan tulisan terkait isu lingkungan serta konflik agraria.

Di Pracimantoro, Wonogiri, sejumlah poster bertuliskan “Tolak Pabrik Semen” masih terlihat di beberapa titik. Sementara di Desa Wadas, slogan “Wadas Melawan: Jaga Alam, Jaga Masa Depan” menjadi simbol aspirasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan ruang hidup.

LHKP PP Muhammadiyah menilai berbagai aspirasi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa konflik sumber daya alam bukan hanya persoalan pembangunan, tetapi juga berkaitan dengan hubungan masyarakat terhadap tanah, lingkungan, budaya lokal, dan masa depan komunitas.

Melalui program penyaluran kurban ini, LHKP PP Muhammadiyah berharap nilai Iduladha dapat semakin memperkuat solidaritas sosial serta mempertegas pentingnya keadilan ekologis sebagai bagian dari nilai Islam Berkemajuan.

“Kurban bukan hanya tentang distribusi daging, tetapi juga tentang menghadirkan empati sosial dan membangun keberpihakan terhadap mereka yang selama ini berada di garis depan mempertahankan ruang hidup,” tutupnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!