27.3 C
Jakarta

Buya Syafii Ajak Guru Sejarah Membaca Tulisan Bapak Bangsa

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Buya Ahmad Syafii Maarif mengajak guru sejarah kembali membaca tulisan dan gagasan Bapak Bangsa. Dengan membaca tulisan Bapak Bangsa, guru sejarah bisa lebih paham tentang Pancasila sebagai sumber pemikiran kebangsaan Indonesia yang sangat bhineka.

“Para pendiri bangsa  seperti Soekarno, Tan Malaka, Hatta, Agus Salim dan lainnya umumnya paham sejarah. Mereka tahu tentang Indonesia, tahu cita-cita mulia bangsa ini,” kata Syafii Maarif saat memberikan ceramah umum Kesejarahan Senin (28/8). Hadir Mendikbud Muhadjir Effendy, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan guru-guru sejarah.

Buya lebih lanjut mengatakan bahwa guru sejarah juga perlu membaca tulisan-tulisan lain seperti novel, filsafat dan agama.  Referensi bacaannya harus luas, sehingga mereka bisa mengajarkan sejarah dari berbagai sudut pandang.

“Jadi saat mengajar guru sejarah tidak hanya bergantung pada kurikulum saja, mereka juga harus berkreasi dalam memberikan materi kepada peserta didik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syafii mengatakan sejarah adalah penghubung antara masa lampau dan masa sekarang, sekaligus menunjukkan arah masa depan bangsa.

Menurut doktor sejarah lulusan Chicago University tersebut, saat ini masyarakat Indonesia telah kehilangan arah dan tidak memahami tujuan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh orang-orang terdahulu.

Nasionalisme Indonesia adalah gagasan untuk melawan dari penindasan, orang Indonesia ingin mengubah status dari terjajah menjadi merdeka.

“Tujuan kemerdekaan itu untuk kesejahteraan umum, namun kita lihat sekarang keadilan sosial belum terwujud, ketimpangan sosial masih tajam,” kata anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila tersebut.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!