Di Tengah Tabligh Akbar UMS, Infak Kemanusiaan Terkumpul Rp9,19 Juta

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menghimpun infak kemanusiaan sebesar Rp9.198.500 untuk membantu korban bencana di Indonesia. Penggalangan dana tersebut dilakukan di sela-sela Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS https://www.ums.ac.id/  di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Ahad (18/10/2026).

 

Penggalangan infak ini memanfaatkan momentum berkumpulnya ribuan jamaah dalam tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si. Melalui kegiatan tersebut, Lazismu UMS mengajak jamaah menyalurkan kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.

 

Ketua Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menjelaskan bahwa inisiatif penggalangan dana tersebut dilakukan Lazismu UMS untuk menambah dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.

 

Dana yang dihimpun direncanakan untuk membantu korban bencana di sejumlah wilayah, termasuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

 

“Dana yang nanti terkumpul itu akan digunakan di antaranya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah, baik itu yang di NTT maupun yang terdampak kebakaran hutan di Kalimantan,” ujar Mahasri, Senin (19/10/2026).

 

Bantu Pemulihan Pascabencana

 

Mahasri berharap bantuan kemanusiaan tersebut dapat mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Dukungan itu, antara lain, diharapkan dapat membantu perbaikan rumah warga serta memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat terdampak.

 

Menurut dia, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan dana yang memadai agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap.

 

Penggalangan infak dalam rangkaian Milad ke-68 UMS ini dilaksanakan setelah Lazismu UMS memperoleh izin dari panitia kegiatan. Untuk memudahkan jamaah berdonasi, panitia menyediakan layanan pembayaran melalui kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta stan pengumpulan infak di bagian depan lokasi acara.

 

“Alhamdulillah diizinkan oleh panitia besar. Kemudian kami siapkan dalam bentuk penggalangan lewat QRIS dan juga stan di bagian depan,” ungkapnya.

 

Lazismu UMS tidak menetapkan target nominal khusus dalam kegiatan tersebut. Penggalangan dilakukan secara spontan dengan memanfaatkan kesempatan berkumpulnya jamaah dalam agenda keagamaan kampus.

 

Meski tanpa target tertentu, Mahasri berharap infak yang terkumpul dapat menambah bantuan kemanusiaan yang telah dihimpun sebelumnya.

 

“Seberapa pun dana yang terkumpul, tentu kami berharap bisa membantu. Warga Muhammadiyah biasanya sudah terbiasa mengisi kotak infak ketika menghadiri pengajian,” tuturnya.

 

Kepedulian Harus Diiringi Pencegahan Bencana

 

Selain menekankan pentingnya bantuan bagi korban, Mahasri juga menyoroti perlunya evaluasi dan langkah antisipasi dalam penanganan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan yang kembali menjadi perhatian masyarakat.

 

Menurut dia, upaya kemanusiaan tidak cukup hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk mengurangi risiko bencana, memperbaiki penanganan, serta melindungi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan terdampak.

 

Penggalangan infak Lazismu UMS pun menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan. Dana sebesar Rp9.198.500 yang berhasil dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Momentum Milad ke-68 UMS tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan solidaritas dan menghadirkan aksi nyata bagi sesama.

 

Melalui kegiatan ini, Lazismu UMS berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kepedulian terhadap korban bencana dapat diwujudkan melalui bantuan konkret dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!