SOLO, MENARA62.COMMilad – Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 di Kota Surakarta tidak hanya diwarnai kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga kompetisi olahraga. Sebanyak 18 peserta mengikuti Tennis Tournament The 114th Anniversary of Muhammadiyah yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/11/2026), di Lapangan Tenis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kampus 1.
Turnamen yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta melalui Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) tersebut menjadi salah satu upaya memeriahkan milad sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah melalui olahraga.
Ketua Panitia Turnamen, Dr. Pungki Indarto, M.Or., mengatakan peserta berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah, mulai dari pimpinan cabang, pimpinan ranting, komunitas tenis, hingga undangan dari luar daerah.
Beberapa peserta di antaranya berasal dari PCM Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Latar belakang profesinya pun beragam, mulai dari anggota TNI, Polri, akademisi, guru, pelatih tenis, hingga karyawan yang juga menekuni tenis sebagai atlet tingkat nasional.
“Alhamdulillah, antusiasme dan respons peserta sangat mengapresiasi kegiatan ini. Turnamen yang awalnya ditujukan untuk tingkat Kota Surakarta ternyata mendapat sambutan lebih luas. Ini menunjukkan komunitas tenis Muhammadiyah terus berkembang,” ujar Pungki yang juga ketua Prodi Magister Penjas FKIP UMS.
Pertandingan berlangsung dalam dua tahap. Babak penyisihan digelar pada Sabtu (7/11/2026), sedangkan semifinal dan final dilaksanakan pada Ahad (8/11/2026).
Pada babak semifinal, pertandingan mempertemukan PCM Sawit A melawan PCM Nogosari. Sementara di lapangan lainnya, PCM Sawit B berhadapan dengan PCM Laweyan Surakarta untuk memperebutkan tiket menuju partai final.
Para pemenang mendapatkan uang pembinaan, trofi, dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Dorong Turnamen Lebih Besar dan Inklusif
Pungki mengungkapkan, tingginya antusiasme peserta menjadi modal penting untuk mengembangkan turnamen pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, panitia telah menerima sejumlah masukan agar kompetisi tidak hanya diselenggarakan dalam lingkup Kota Surakarta, tetapi berkembang ke tingkat provinsi hingga nasional.
Peserta juga mengusulkan penambahan kategori pertandingan putri dan pembagian kelompok umur yang lebih variatif. Beberapa alternatif yang mengemuka antara lain kategori U-80, U-90, dan U-100 agar kompetisi dapat mengakomodasi lebih banyak kelompok pemain.
“Masukan dari peserta menjadi bahan evaluasi kami. Ke depan, kategori putri dan kelompok umur bisa lebih dikembangkan sehingga turnamen semakin variatif dan memberikan kesempatan lebih luas bagi komunitas tenis,” jelasnya.
Selain aspek kompetisi, PDM Surakarta juga menekankan pentingnya penguatan identitas keanggotaan Muhammadiyah. Dalam arahannya, Ketua PDM Surakarta, Dr. H. Rohani, M.Hum., mengingatkan agar peserta yang berkhidmat di Muhammadiyah memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), yang kini telah tersedia dalam bentuk elektronik.
Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas sekaligus keterikatan peserta dengan persyarikatan.
Rangkaian Milad Padukan Olahraga dan Seni
Pungki menambahkan, turnamen tenis merupakan bagian dari rangkaian besar kegiatan Milad Muhammadiyah ke-114 yang dikoordinasikan LSBO PDM Kota Surakarta.
Selain tenis lapangan, sejumlah kegiatan lain turut digelar, antara lain badminton, Fun Run, lomba kaligrafi, paduan suara, dan menggambar. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa peringatan milad tidak hanya menjadi momentum refleksi organisasi, tetapi juga ruang pengembangan potensi olahraga, seni, dan budaya.
Ketua LSBO PDM Kota Surakarta, H. Pujinta, M.Pd., menurut Pungki, juga mendorong agar berbagai program tersebut terus dikembangkan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Untuk memperluas jangkauan kegiatan, panitia membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti UMS, Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU), UNIMMA, serta perguruan tinggi lainnya. Sinergi juga akan diperkuat bersama komunitas olahraga, pimpinan cabang, pimpinan ranting, dan PDM di wilayah sekitar.
Pungki menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
Menurutnya, evaluasi penyelenggaraan menjadi langkah penting agar kegiatan berikutnya lebih terorganisasi, menjangkau lebih banyak kalangan, dan memberikan manfaat lebih luas.
“Ke depan, insyaallah kami akan kembali berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas. Harapannya, event ini semakin terorganisasi, membumi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui turnamen ini, Milad Muhammadiyah ke-114 menjadi momentum untuk memperkuat semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan. Olahraga pun menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan dakwah yang menggembirakan sekaligus memperluas kebermanfaatan Muhammadiyah. (*)
