SOLO, MENARA62.COM – Enam bulan berada di Indonesia tidak sekadar menjadi agenda pertukaran mahasiswa bagi mahasiswa University Kebangsaan Malaysia (UKM). Melalui program Student Inbound Mobility, mahasiswa UKM akan menjalani perkuliahan sekaligus merasakan langsung kehidupan akademik, sosial, dan budaya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id.
Program yang digelar Fakultas Geografi UMS itu menerapkan skema transfer kredit penuh selama enam bulan. Dengan skema tersebut, mata kuliah yang ditempuh mahasiswa UKM di UMS akan diakui sebagai kredit semester dalam perjalanan studi mereka di UKM.
Dekan Fakultas Geografi UMS, Prof. Jumadi, Ph.D., mengatakan program tersebut dirancang agar mahasiswa internasional tidak hanya datang sebagai peserta pertukaran, tetapi benar-benar menjadi bagian dari lingkungan akademik UMS.
“Selama enam bulan di sini, mereka adalah mahasiswa UMS. Karena itu, saya meminta mereka untuk menganggap UMS sebagai kampus mereka juga,” ujar Jumadi saat ditemui, Kamis (24/9/2026).
Menurut Jumadi, penerapan transfer kredit penuh mulai tahun ini menjadi bagian dari penguatan kualitas program mobilitas internasional Fakultas Geografi UMS. Mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran di UMS tanpa memisahkannya dari perjalanan akademik mereka di kampus asal.
Selama program berlangsung, mahasiswa UKM akan menempuh sembilan mata kuliah. Materi tersebut meliputi Geomorfologi Dasar, Pengolahan Citra Digital, Praktikum Pengolahan Citra Digital, Analisis dan Pemodelan Spasial, Praktikum Analisis dan Pemodelan Spasial, Analisis Dampak Lingkungan, Geografi Perkotaan, Geopolitik dan Geostrategi Indonesia, serta KKL 1.
Perkuat Pembelajaran Berbahasa Inggris
Fakultas Geografi UMS juga menyiapkan dukungan pembelajaran bagi mahasiswa internasional, termasuk penggunaan bahasa Inggris dalam materi dan presentasi perkuliahan.
Jumadi menjelaskan, dukungan tersebut diperlukan karena terdapat sejumlah istilah akademik yang memiliki perbedaan penggunaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu.
“Pendampingan akan kami berikan selama mahasiswa menjalani program,” katanya.
Selain dukungan akademik, mahasiswa UKM juga didorong untuk memperluas pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan sekitar kampus.
Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, M.M., mengatakan masa tinggal selama enam bulan merupakan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas, bukan hanya melalui aktivitas perkuliahan.
“Jangan hanya belajar secara akademiknya, tapi juga belajar budayanya. Termasuk mengenal mahasiswanya, bahasa, dan lain-lain,” ujar Choirul Amin yang akrab disapa Pak Choi.
Menurut dia, interaksi dengan mahasiswa UMS dapat membuka ruang bagi peserta untuk memahami perbedaan kehidupan akademik sekaligus budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman akademik di bidang geografi. Mahasiswa juga dapat membangun jejaring dengan mahasiswa UMS serta mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Indonesia.
Mahasiswa UKM Tiba di Solo
Mahasiswa UKM tiba di Solo pada Minggu (20/9/2026). Dua hari kemudian, Fakultas Geografi UMS menggelar kegiatan welcoming di Ruang Al-Idrisi, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian Student Inbound Mobility yang akan berlangsung selama enam bulan di lingkungan Fakultas Geografi UMS.
Melalui program ini, Fakultas Geografi UMS memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui perpaduan pengalaman akademik dan pertukaran budaya.
Selama berada di Solo, mahasiswa UKM diharapkan memperoleh pengalaman belajar geografi dalam konteks Indonesia sekaligus memahami masyarakat, budaya, bahasa, dan kehidupan akademik di lingkungan UMS.
Bagi Fakultas Geografi UMS, program tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. (*)

