31.5 C
Jakarta

Tidak Berkeringat Meski Suhu Terik, Banyak Jemaah Haji Kurang Disiplin Minum

Baca Juga:

MAKKAH, MENARA62.COM – Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Eva Delsi, Sp. Em mengatakan tidak adanya penanda gerah, membuat jemaah haji Indonesia tidak sadar tubuhnya mengalami dehidrasi. Mereka sadar setelah telapak kaki melepuh akibat tidak menggunakan alas kaki dan ini menjadi salah satu penyebab jemaah haji Indonesia tidak bisa menunaikan ibadah.

“Cuaca di sini memang panas banget dan tidak mengeluarkan keringat, beda dengan di Indonesia, kita bisa merasa gerah. Di sini kita merasa baik-baik aja karena tidak ada penanda, kalau di indonesia kan ada penanda, contohnya berkeringat,” jelas dr. Eva

Menurut dr. Eva, kondisi dehidrasi pada tubuh, tidak hanya berpengaruh pada kondisi kulit atau bibir yang kering dan pecah pecah, melainkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih gawat, terutama di tengah cuaca yang panas dengan kelembapan yang rendah.

“Kalau kita dehirasi yang terganggu semua sel tubuh, akibatnya mulai dari yang teringan seperti rasa mual, kulit terasa kering, sampai dengan bergejala berat seperti delirium (berperilaku seperti orang bingung) sampai dengan terjadinya heat stroke yang ditandai gangguan kesadaran atau pingsan. Itu yang kita mau hindari,” lanjut dr. Eva

Untuk itu dr Eva mengingatkan para jemaah untuk rutin minum air, meskipun tidak merasa haus, makan tepat pada waktunya, dan gunakan a

lat pelindung diri seperti masker, alas kaki, payung, semprotan muka, dan sebagainya.

Meskipun sering minum,lanjut dr. Eva dengan cuaca dan kelembapan di tanah suci, tidak akan membuat jemaah sering buang air kecil. Sehingga jemaah diminta untuk rutin minum air dan jangan tunggu haus.

“Meskipun di malam hari jangan lupa minum. Sebelum tawaf minum, setelah selesai tawaf, sebelum sa’i, setelah sa’i, jangan lupa minum,” sarannya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!