29.3 C
Jakarta

FK UAD Ingin Cetak Dokter Kebencanaan

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) Yogyakarta, Prof Dr Rusdi Lamsudin menandaskan Program Studi Pendidikan Kedokteran UAD ingin mencetak tenaga kesehatan atau dokter kebencanaan yang dijiwai nilai-nilai Islam. FK UAD Yogyakarta menerima mahasiswa baru mulai tahun ajaran 2018/2019.

“Ini yang membedakan Fakultas Kedokteran UAD Yogyakarta dengan fakultas kedokteran yang berada di perguruan tinggi lain,” kata Rusdi Lamsudin yang didampingi dr Junaidy Heriyanto, SpB firacs, Kepala Prodi Pendidikan Kedokteran dan Dr Wahyu Widyaningsih MSi.Apt, kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (18/4/2018).

Indonesia, lanjut Rusdi Lamsudin, memiliki berbagai macam bencana, di antaranya, erupsi gunung api, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, puting beliung, gempa bumi dan tsunami. Sehingga membutuhkan tenaga kesehatan yang terampil menangani korban bencana.

“Berdasarkan pengalaman gempa bumi di Bantul 2006, ada 432 orang mengalami lumpuh total. Hal ini disebabkan penanganan para korban tidak semestinya, mereka dibopong terus diletakan di bak truk sehingga ada anggota tubuh yang rusak. Karena itu, pendidikan di FK UAD ini menekankan pada manajemen penanganan korban bencana yang baik,” tandas Rusdi.

Sementara Rektor UAD, Dr. H. Kasiyarno, M.Hum mengungkapkan kesulitan untuk mendapatkan Surat Keputusan dari Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran. Permohonan untuk memiliki Fakultas Kedokteran dimulai tahun 2015 lalu.

“Fakultas Kedokteran itu menjadi tolok ukur perguruan tinggi besar. Meskipun telah memiliki banyak Prodi dan jumlah mahasiswanya banyak, tetapi kalau belum memiliki Fakultas Kedokteran belum dianggap besar. Fakultas Kedokteran itu sebuah prestise,” kata Kasiyarno.

Karena itu, UAD berupaya keras untuk mendapatkan SK untuk bisa menyelenggarakan pendidikan kedokteran. “Berkali-kali ditolak dan sakit hati. Sebab UAD dinilai baik tetapi tidak diberi SK. Sedang perguruan tinggi lain yang dinilai kurang baik malah mendapatkan SK. Tetapi alhamdulillah saat ini sudah mendapatkannya,” kata Kasiyarno.

Untuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran UAD telah mempersiapkan segalanya. Bahkan gedung perkuliahan dan laboratoriumnya sedang dibangun di Kampus IV UAD. Karena itu, UAD akan berupaya akreditasi Prodi Kedokteran ini bisa langsung B. Tahun ajaran 2018/2019, FK UAD hanya menerima 50 mahasiswa.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!