LEBAK, MENARA62.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan melalui pendidikan yang bermutu dan dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, Lebak dipilih bukan sekadar sebagai lokasi peringatan, melainkan karena daerah tersebut memiliki jejak sejarah, kebudayaan, dan pesan moral yang kuat terkait kemanusiaan, keadilan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
“Memperingati Hari Lahir Pancasila dari Lebak berarti membaca Pancasila dari sumber moralnya yang paling dalam, bahwa manusia harus dimuliakan, rakyat harus dilayani, dan negara harus hadir sebagai pelindung serta pengayom bagi semua,” ujar Fajar.
Mantan Direktur Maarif Institute itu menekankan bahwa pendidikan bermutu untuk semua merupakan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Karena itu, pemerintah terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, baik karena faktor ekonomi maupun geografis.
Menurut Fajar, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melalui berbagai program pemerataan akses pendidikan.
“Latar belakang ekonomi tidak boleh menentukan masa depan anak Indonesia. Melalui pendidikan, negara membuka jalan agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya,” tegasnya.
Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan bersekolah karena kendala ekonomi. Oleh sebab itu, negara harus hadir memastikan tersedianya layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga negara.
Rangkaian kegiatan Wamendikdasmen di Lebak diawali dengan kunjungan ke Sekolah Rakyat SMA 34 Lebak pada malam sebelum peringatan Hari Lahir Pancasila. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk menyerap berbagai aspirasi terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Fajar menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi instrumen mobilitas sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Usai memimpin upacara, Fajar bersama Bupati Lebak Hasbi Asyidiki mengunjungi Museum Multatuli dan disambut Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana. Dalam kesempatan itu, Bonnie menjelaskan berbagai koleksi sejarah yang tersimpan di museum, termasuk jejak pemikiran Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang dikenal memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan mengkritik ketidakadilan pada masa kolonial.
Menurut Fajar, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan keadilan sosial harus terus dilanjutkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan atau seremoni. Pancasila harus terasa dalam ruang kelas, dalam pelayanan publik, dalam kebijakan negara, dan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lebak menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu merupakan jalan strategis dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. (*)

