SOLO, MENARA62.COM — Peringatan Hari Bermuhammadiyah menjadi momentum untuk memperkuat akhlak, ukhuwah, dan komitmen dakwah di tengah masyarakat. Umat Islam diingatkan agar tidak menjadikan kekayaan duniawi sebagai ukuran utama keberhasilan, melainkan memperbanyak amal yang dilandasi keikhlasan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah Cabang Kota Bengawan yang digelar di Pendopo Kecamatan Pasarkliwon, Surakarta, Selasa (25/8/2026).
Pengajian menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, sebagai pemateri.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Kecamatan Pasarkliwon Suparno, S.Sos., M.M., yang mewakili Camat Pasarkliwon karena berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Suparno mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Bermuhammadiyah sebagai ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik secara spiritual maupun sosial.
Kesehatan dan Keikhlasan Jadi Modal Utama
Suparno mengawali sambutan dengan mengajak jamaah mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, kesehatan merupakan modal penting agar manusia dapat menjalankan aktivitas, beribadah, menuntut ilmu, serta memberikan manfaat bagi lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa kekayaan materi tidak selalu menjamin kebahagiaan dan keselamatan seseorang. Harta yang melimpah tidak akan memiliki arti apabila tidak diiringi amal yang baik dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
Karena itu, masyarakat didorong untuk terus memperbaiki niat dalam setiap aktivitas dan menjadikan amal saleh sebagai bekal utama kehidupan.
Akhlak Harus Berpijak pada Al-Qur’an
Selain kesehatan dan keikhlasan, penguatan akhlak menjadi salah satu pesan penting dalam sambutan tersebut.
Suparno menekankan perlunya masyarakat berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menjaga masyarakat dari berbagai persoalan moral.
Penguatan akhlak juga dinilai penting di tengah perubahan zaman yang menghadirkan berbagai tantangan sosial. Sikap menghormati orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditanamkan.
Muhammadiyah Didorong Konsisten Berdakwah
Dalam kesempatan tersebut, Suparno juga mengingatkan pentingnya menjaga Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berorientasi pada amal dan dakwah.
Menurutnya, semangat bermuhammadiyah tidak cukup diwujudkan melalui identitas organisasi, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari melalui aktivitas yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Gerakan dakwah juga perlu dibangun dengan semangat kebersamaan. Penguatan ukhuwah dan persatuan umat menjadi semakin penting menghadapi tantangan kehidupan yang tidak hanya menyentuh aspek moral, tetapi juga mental dan sosial.
Melalui momentum Hari Bermuhammadiyah, masyarakat diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menyatukan langkah dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
Pendidikan Agama Investasi Generasi
Suparno turut menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membentuk generasi masa depan. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta agama.
Dalam konteks tersebut, lembaga pendidikan Muhammadiyah dinilai memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pendidikan keilmuan dengan nilai-nilai keislaman.
Pendidikan agama yang kuat diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan zaman sekaligus tetap memiliki karakter dan nilai moral.
Pengajian Hari Bermuhammadiyah Cabang Kota Bengawan tersebut akhirnya menjadi momentum memperkuat kembali komitmen warga Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan amal kebaikan.
Semangat tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang semakin berakhlak, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan yang terus memberikan manfaat dan menjadi rahmat bagi umat manusia. (*)

