30.4 C
Jakarta

Kemendikbud: Hasil UN SMP/MTs 2018 Turun 3.1 Poin

Baca Juga:

JAKARTA – Hasil ujian nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun 2018 secara keseluruhan terkoreksi (turun) hingga 3.17 poin. Baik untuk UNBK maupun UN berbasis tulis/kertas. Terkoreksinya hasil UN tersebut dinilai wajar seiring makin banyaknya sekolah yang menerapkan UN berbasis komputer (UNBK).

“Semakin banyak sekolah mengikuti UNBK ternyata hasilnya terkoreksi secara signifikan,” kata Kabalitbang Kemendikbud Totok Suprayitno, Senin (28/5).

Penurunan nilai UN masing-masing untuk Bahasa Indonesia 0.32, Bahasa Inggris 0,61, Matematika 6.99 dan IPA 4.75.

Menurut Totok, pelaksanaan UNBK menutup celah ketidakjujuran pelaksanaan UN seperti soal bocor, menyontek dan lainnya. Sehingga hasil UN tahun ini menjadi lebih reliabel dan dapat menjadi alat deteksi awal adanya kelemahan di dalam sistem pembelajaran.

Pada pelaksanaan UN berbasis tulis diakui Totok memang hasilnya sangat bagus. Tetapi integritas pelaksanaan UN tidak cukup baik.

Karena itu meski hasil UN SMP terkoreksi cukup besar, diakui Totok itu membawa sisi positif. Yakni makin meningkatnya kredibilitas pelaksanaan ujian nasional.

Tahun ini jumlah suawa peserta UNBK SMP melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yakni1.977.027 (61,36 persen) peserta dari sebelumnya yang hanya 1.136.739 siawa (36.05  persen).

Sementara jumlah siswa peseta UNPK SMP menurun tajam dari 2.016.443 (63,95 persen) ditahun 2017 menjadi 1.244.880 (38,64 persen) pada 2018.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad  mengatakan hasik UN tidak menjadi patokan utama dalam sistem penerimaan peserta didik baru. Karena itu masyarakat tidak perlu menganggap luar biasa terhadap hasil UN yang diperoleh anak-anaknya.

“Sesuai arahan Mendikbud bahwa PPDB diutamakan pada zonasi. Jarak rumah tinggal siswa dengan sekolah. Ini harus menjadi perhatian serius Pemda,” katanya.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!