SOLO, MENARA62.COM – Bingung soal kepesertaan BPJS, penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga prosedur mendapatkan bantuan sosial? Warga Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mendapat ruang untuk bertanya langsung kepada instansi terkait.
Kesempatan itu hadir melalui kegiatan sosialisasi dan konsultasi yang digelar mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, serta BPJS Kesehatan KC Surakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 6 Oktober 2026 itu mengangkat tema sosialisasi dan konsultasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kepesertaan BPJS mandiri, KIS, dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Sie Acara PBL-1 Kelompok 9 Prodi Kesmas UMS, Najma Azizah Nurrahmah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai program jaminan kesehatan dan bantuan sosial yang dapat diakses masyarakat.
“Selain memperoleh informasi, warga juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan yang dihadapi,” kata Najma, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, sosialisasi diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing instansi. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo menjelaskan berbagai program dan layanan kesehatan yang tersedia bagi masyarakat.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo memberikan penjelasan mengenai PKH dan berbagai hal yang berkaitan dengan program bantuan sosial.
Adapun BPJS Kesehatan KC Surakarta memberikan informasi mengenai JKN, kepesertaan BPJS mandiri, serta KIS.
Materi tersebut diharapkan membantu warga memahami bukan hanya jenis program yang tersedia, tetapi juga ketentuan, prosedur, hak, dan kewajiban dalam mengakses layanan.
“Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami hak, kewajiban, serta mekanisme layanan ketika membutuhkan akses kesehatan maupun bantuan sosial,” ujar Najma.
Warga Bisa Konsultasi Langsung
Kegiatan tidak berhenti pada sesi sosialisasi. Setelah pemaparan materi, mahasiswa membuka stand konsultasi yang diisi masing-masing instansi.
Melalui stand tersebut, warga dapat menyampaikan pertanyaan dan kendala yang mereka alami terkait kepesertaan maupun pemanfaatan program jaminan kesehatan dan bantuan sosial.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan sesi konsultasi. Persoalan yang ditanyakan beragam, mulai dari masalah kepesertaan hingga pemanfaatan layanan yang tersedia.
Najma mengatakan pendekatan tersebut sengaja dilakukan agar kegiatan tidak sekadar menjadi forum penyampaian informasi satu arah.
“Kami juga menyediakan ruang konsultasi agar warga tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi dapat langsung menanyakan kendala yang mereka alami kepada pihak yang berwenang,” katanya.
Kaur Perencanaan Desa Alasombo, Lastri, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa PBL-1 Prodi Kesmas UMS tersebut.
Menurut dia, kegiatan itu membantu warga yang masih memiliki pertanyaan mengenai BPJS, KIS, JKN, maupun PKH karena masyarakat dapat memperoleh penjelasan langsung dari instansi yang berwenang.
“Kegiatan ini sangat membantu warga Desa Alasombo, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki pertanyaan atau kendala terkait BPJS, KIS, JKN, maupun PKH,” ujar Lastri.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi sekaligus solusi ketika menghadapi persoalan layanan kesehatan dan bantuan sosial.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa PBL-1 Prodi Kesmas UMS dalam meningkatkan literasi masyarakat Desa Alasombo. Edukasi dan konsultasi secara langsung diharapkan membuat warga semakin memahami layanan publik yang menjadi hak mereka dan mampu mengaksesnya secara tepat. (*)

