MADIUN, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT). Tim lintas program studi berhasil meraih Juara 1 kategori Video Iklan Retro dalam ajang Kumophoria Retro Ads “Make Some Noise” Retro Act Challenge yang diselenggarakan Universitas Merdeka Malang.
Tim pemenang terdiri atas Farah Faza Fariha dan Mochammad Zakki Nur Arifin dari Program Studi Ilmu Komunikasi serta Mohammad Rizqy Al-Farrel dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Ketiganya sukses mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur melalui karya video iklan bertema minuman teh botol bergaya retro.
Farah menjelaskan, konsep video yang mereka usung mengadaptasi iklan minuman legendaris era terdahulu, kemudian dikemas ulang dengan sentuhan komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Kita mengulang kembali iklan yang dulunya iklan jadul kita angkat kembali dengan gaya komunikasi yang sama, lalu kita bumbui dengan sentuhan ala Gen Z,” ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi semester dua tersebut.
Dalam proses produksi, setiap anggota tim memiliki peran yang berbeda. Farah dan Farel tampil sebagai pemeran utama dalam video, sedangkan Zakki bertanggung jawab pada proses penyuntingan.
“Saya dan Farah menjadi pemeran dalam video iklan retro tersebut, sedangkan Zaki mengerjakan proses editing,” kata Farel, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial semester empat.
Zakki mengungkapkan, video berdurasi satu menit itu dibuat dengan memadukan konsep iklan lama dan produksi video baru. Seluruh materi kemudian diolah menggunakan sejumlah perangkat lunak penyuntingan.
“Kami mengedit video menggunakan CapCut dengan efek yang dihasilkan Adobe Premiere, kemudian ditambahkan elemen visual menggunakan Corel,” jelas Zakki.
Ia menambahkan, proses pengambilan gambar berlangsung selama dua hari, sementara tahap penyuntingan membutuhkan waktu sekitar lima hari hingga menghasilkan karya yang siap dilombakan.
Menurut Farah, penilaian dalam kompetisi meliputi kekuatan pesan, kejelasan penyampaian produk, serta kualitas sinematografi. Meski awalnya hanya ingin menambah pengalaman, tim tetap optimistis dapat bersaing.
“Awalnya kami ikut lomba untuk mencari pengalaman. Kalau menang tentu Alhamdulillah, tetapi kami juga cukup yakin dengan konsep yang kami buat. Alhamdulillah akhirnya meraih juara pertama,” tuturnya.
Ajang tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang, Surabaya, Madiun, dan sejumlah kota lainnya di Jawa Timur. Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi tim untuk terus berprestasi di kompetisi berikutnya.
“Bisa menambah pengalaman. Setelah berhasil meraih juara, kami berharap dapat kembali meraih prestasi pada kompetisi selanjutnya,” kata Farah.
Sementara itu, Zakki menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa materi perkuliahan di UMJT dapat diimplementasikan secara nyata dalam dunia kreatif dan kompetisi.
“Saya merasakan manfaat dari perkuliahan di UMJT karena membekali mahasiswa dengan kompetensi yang mampu diterapkan dan dipertandingkan di berbagai ajang,” ujarnya.
Prestasi ini semakin memperkuat kiprah UMJT, yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong mahasiswanya mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan daya saing melalui berbagai ajang akademik maupun nonakademik di tingkat regional maupun nasional. (PJ/*)


