SOLO, MENARA62.COM – Bunga telang dan sereh yang selama ini mudah dijumpai di lingkungan warga disulap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi produk rumah tangga bernilai guna. Melalui inovasi sabun cuci piring bernama TELASIH, mahasiswa tidak hanya mengenalkan produk berbahan tanaman lokal, tetapi juga mendorong ibu-ibu PKK mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi usaha rumahan.
Program pemberdayaan tersebut digelar mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila UMS melalui Proyek Kepemimpinan Kelompok A1. Sebanyak 35 ibu-ibu PKK Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cuci piring.
Dosen Pembimbing Kelompok A1, Susiati, S.Pd., M.Ed., mengatakan program tersebut dirancang agar pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, TELASIH tidak sekadar menjadi inovasi produk rumah tangga. Program itu juga menjadi sarana bagi warga untuk melihat potensi tanaman lokal sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna.
“Melalui pengembangan TELASIH, mahasiswa mengajak ibu-ibu PKK meningkatkan kreativitas, mengenali peluang usaha rumahan, serta membangun kemandirian melalui pemanfaatan bahan yang relatif mudah diperoleh,” ujar Susiati, Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Warga diharapkan mampu mempraktikkan proses produksi secara mandiri dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif.
Warga Berharap Jadi Program Berkelanjutan
Ketua PKK Desa Karangmojo, Sarbini, menyambut positif pelatihan yang diberikan mahasiswa PPG UMS. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK dalam mengolah bahan alami menjadi sabun cuci piring.
“Kami ibu-ibu PKK Desa Karangmojo merasa senang dengan adanya pelatihan pembuatan sabun yang terbuat dari bahan alami ini, yang dibimbing langsung oleh mahasiswa PPG UMS,” kata Sarbini.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat masuk dalam program kerja PKK Desa Karangmojo sehingga manfaatnya dapat berlanjut setelah kegiatan mahasiswa selesai.
“Semoga ke depan kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dalam program kerja PKK Desa Karangmojo, sehingga dapat menambah wawasan serta inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu PKK,” tuturnya.
Sarbini juga melihat peluang pengembangan TELASIH sebagai produk bernilai ekonomi. Namun, menurutnya, pengembangan produk tetap membutuhkan perhatian terhadap kualitas, keamanan, dan konsistensi produksi agar dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
TELASIH Gabungkan Potensi Telang dan Sereh
Ketua Kelompok A1 Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila UMS, Dhoni Firnanda, menjelaskan nama TELASIH merupakan akronim dari telang dan sereh, dua bahan yang menjadi identitas utama inovasi sabun tersebut.
Bunga telang dikenal memiliki pigmen alami berwarna biru keunguan, sedangkan sereh memiliki aroma segar yang khas. Kedua tanaman itu dipilih mahasiswa untuk memperkenalkan potensi sumber daya lokal melalui inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kedua tanaman tersebut kami pilih sebagai identitas produk sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan secara kreatif,” ujar Dhoni.
Program tersebut dimulai melalui sosialisasi pada 12 September 2026. Dalam tahap awal, mahasiswa menjelaskan latar belakang program, tujuan pembuatan TELASIH, serta bahan dan peralatan yang diperlukan.
Selanjutnya, pada 18 September 2026, peserta mengikuti praktik pembuatan sabun. Dengan pendampingan mahasiswa PPG UMS, ibu-ibu PKK mempelajari tahapan produksi mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pencampuran hingga pengemasan.
Peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan setiap tahapan secara langsung. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kelompok A1 Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila UMS yang terdiri atas Alma Putri Sabrina, Bagus Prasetyo, Dewi Ayuningtyas, Dhoni Firnanda, Esa Tri Indrawati, Fahri Ramadhan, Farizal Arsyari, Fernanda Dhea Az Zahra, Isma Zhavina Maharani, dan Isrofiah Laela Khasanah.
Program tersebut mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Susiati, S.Pd., M.Ed. (*)

