31.9 C
Jakarta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Lagu Anak Indonesia Kembali Hidup dan Viral

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong kembali semarak penciptaan dan penampilan lagu anak Indonesia yang berkualitas melalui program Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026. Menurutnya, lagu anak bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pengenalan bahasa, budaya, alam, serta pembentukan karakter sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam rangkaian pengumuman pemenang KILA 2026 yang digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan pada Minggu (27/9/2026). Ia mengapresiasi seluruh peserta, finalis, juri, pelatih, guru, orang tua, panitia, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.

Fadli mengatakan keberadaan lagu anak-anak Indonesia saat ini perlu terus diperkuat. Mengingat jumlah pencipta lagu anak yang secara khusus menghasilkan karya untuk anak-anak masih terbatas.

Menurut dia, generasi sebelumnya memiliki sejumlah lagu anak yang sederhana tetapi mampu bertahan dan diingat lintas generasi. Ia mencontohkan lagu “Bintang Kecil” dan “Pelangi-Pelangi” yang memiliki lirik singkat, tetapi tetap dikenal hingga sekarang.

“Lagu Bintang Kecil itu cuma empat baris saja lagunya, tapi sangat bermakna. Begitu juga lagu Pelangi-Pelangi, itu cuma empat baris saja, tapi abadi,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, kesederhanaan merupakan salah satu karakter penting dalam lagu anak. Rima dan bahasa yang digunakan mudah dipahami sehingga dapat membangun koneksi emosional dengan anak sekaligus membantu mereka mengenal bahasa dan lingkungan budaya di sekitarnya.

Menurut Fadli, lagu anak juga memiliki fungsi edukatif karena dapat menjadi media pengenalan berbagai nilai sejak usia dini. Contohnya, lirik lagu “Pelangi-Pelangi” yang menggambarkan keindahan warna-warni pelangi di langit. Melalui lirik yang sederhana tersebut, anak-anak dapat diperkenalkan pada keindahan alam sekaligus diajak memahami nilai spiritual mengenai penciptaan.

“Bagaimana anak-anak sudah dilatih tentang keindahan, dan juga menyatu dengan alam,” ujarnya.

Seni Budaya sebagai Bagian dari Pembentukan Generasi

Fadli Zon menempatkan pengembangan lagu anak dalam konteks yang lebih luas, yakni penguatan kebudayaan nasional. Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi energi yang memperkuat perjalanan bangsa. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk mengenal, menikmati, sekaligus menghasilkan karya seni sejak usia dini.

Program KILA diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk mencapai tujuan tersebut melalui penciptaan lagu anak yang sederhana, mudah dinyanyikan, memiliki nilai pendidikan, serta mengandung unsur kebudayaan Indonesia.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.

“Mari kita jadikan seni budaya sebagai energi yang menguatkan perjalanan bangsa, tetap optimis menuju masa depan Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan KILA 2026kata Fadli Zon, dapat menjadi momentum untuk kembali menghidupkan ruang bagi lagu anak Indonesia. Melalui penciptaan karya baru, kompetisi, pertunjukan, serta pengembangan talenta, program tersebut diarahkan agar lagu anak tidak hanya menjadi bagian dari kenangan generasi terdahulu, tetapi terus hadir dan berkembang di tengah kehidupan anak-anak Indonesia masa kini

Dorong Lagu Anak Indonesia Viral

Fadli berharap karya-karya lagu anak Indonesia ke depan tidak hanya dikenal dalam lingkup terbatas, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas melalui berbagai platform. Ia bahkan berharap semakin banyak lagu anak Indonesia yang menjadi populer atau viral.

“Kita berharap ke depan ini makin banyak lagu-lagu anak Indonesia yang viral. Jadi jangan hanya lagu-lagu dewasa saja yang viral, tapi lagu anak-anak kita harapkan semakin banyak,” katanya.

Menurut Fadli, penguatan lagu anak sejalan dengan upaya membangun karakter generasi muda. Pendidikan karakter, kata dia, dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk bahasa dan karya seni yang dikonsumsi anak-anak.

Karena itu, ia berharap lagu anak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membawa misi kebudayaan. Lagu anak dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan keragaman serta kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda sejak usia dini.

“Kita berharap dari lagu-lagu anak-anak Indonesia juga bisa membawa misi kebudayaan, memajukan kebudayaan nasional kita, memperkenalkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia yang begitu luar biasa kepada anak-anak kita sejak dini,” ujar Fadli.

Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap final merupakan hasil dari kerja keras, keberanian, serta kemampuan para peserta dalam menunjukkan potensi terbaik mereka.

“Hari ini akan diketahui para pemenang Lomba Cipta Lagu Anak, Lomba Menyanyi Lagu Anak,” katanya.

Fadli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut, mulai dari panitia, pencipta lagu, anak-anak peserta KILA, tim kreatif, pelatih, guru, hingga orang tua.

Ia berharap para peserta terus mengembangkan kemampuan dan menjadikan pengalaman mengikuti KILA sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam berkesenian.

“Selamat kepada para finalis Lomba Cipta Lagu Anak dan finalis Lomba Menyanyi Lagu Anak. Kalian semua adalah anak-anak hebat dan membanggakan,” kata Fadli.

Fadli menekankan bahwa kompetisi bukan hanya tentang memperoleh gelar juara. Para peserta, baik yang berhasil menjadi pemenang maupun yang belum terpilih, diharapkan tetap melanjutkan proses belajar dan mengembangkan kemampuan.

Ia berpesan kepada para pemenang agar tetap rendah hati. Sementara bagi peserta yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan, ia meminta mereka tidak berkecil hati.

“Bagi yang belum terpilih jangan kecil hati, dan terus belajar, berlatih, percaya pada kemampuan saudara-saudara,” ujar Fadli.

KILA 2026 Diikuti 814 Peserta

Direktur Film, Musik dan Seni, Irini Dewi Wanti, dalam kesempatan yang sama menyampaikan tahun ini terdapat 814 peserta yang mengikuti proses pendaftaran secara resmi KILA. Peserta tersebut terdiri atas dua kategori utama, yakni Lomba Cipta Lagu Anak dan Lomba Menyanyi Lagu Anak.

Dari proses seleksi, terpilih enam finalis Lomba Cipta Lagu Anak dan 30 finalis Lomba Menyanyi Lagu Anak untuk kelompok usia 5 hingga 13 tahun.

Ia mengatakan KILA merupakan program tahunan yang telah dilaksanakan secara konsisten sejak 2020. Program tersebut bertujuan mendorong penciptaan, pengembangan, serta pemasyarakatan lagu anak Indonesia yang memiliki nilai edukatif dan mendukung pembentukan talenta.

Pelaksanaan KILA 2026 diawali dengan periode pendaftaran yang dibuka pada 22 Juni hingga 12 September 2026. Dalam periode tersebut tercatat 971 pengguna melakukan pendaftaran. Setelah proses administrasi, jumlah pendaftar resmi yang mengikuti lomba tercatat sebanyak 814 peserta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 peserta mengikuti kategori Lomba Cipta Lagu Anak, sedangkan 646 peserta mengikuti Lomba Menyanyi Lagu Anak. Keduanya diperuntukkan bagi kelompok usia 5 hingga 13 tahun.

Proses kurasi kemudian dilakukan untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap final. Kurasi Lomba Cipta Lagu Anak dilaksanakan pada 17 September 2026 dan menghasilkan enam lagu terbaik. Sementara kurasi Lomba Menyanyi Lagu Anak dilakukan pada 16–17 September 2026 dan menghasilkan 30 peserta terbaik.

Tak Hanya Kompetisi, KILA Jadi Ruang Apresiasi

Irini menjelaskan, perkembangan KILA dari tahun ke tahun membuat penyelenggara melihat perlunya ruang apresiasi yang lebih luas.

Karena itu, kegiatan KILA tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan karya, pelaku seni, dan masyarakat melalui pertunjukan yang bersifat edukatif sekaligus menghibur.

Pertunjukan dalam kegiatan tersebut melibatkan para Duta KILA dari berbagai daerah di Indonesia. Irini menyebut karya komposisi lagu dan tari yang ditampilkan oleh para Duta KILA pada pembukaan kegiatan sebelumnya telah dipentaskan dalam International Children Culture Forum 2026 di Moskow.

Hal tersebut menunjukkan bahwa karya seni anak Indonesia tidak hanya memiliki ruang untuk berkembang di tingkat nasional, tetapi juga dapat diperkenalkan dalam forum kebudayaan internasional.

Selain tampil dalam forum kebudayaan internasional, para Duta KILA juga disebut telah mencatat sejumlah prestasi. Irini menyampaikan bahwa terdapat 36 Duta KILA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para duta tersebut disebut telah menorehkan prestasi di sejumlah ajang seni internasional.

Di antaranya adalah prestasi sebagai juara dalam San Remo Junior 2025 serta keterlibatan dalam pagelaran Seriosa di Austria Edition.

“Keberadaan para Duta KILA menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan talenta anak di bidang seni, khususnya musik dan pertunjukan,” tutupnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!